Radarbangkalan.id - Empat unit mobil ambulan melaju perlahan dengan pengawalan dari satu unit mobil operasional Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Bangkalan, AKP Buntoro.
Dalam konvoi tersebut, mobil ambulan secara bergantian menurunkan satu per satu jenazah korban carok massal di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
AKP Buntoro menyatakan, "Kami sebatas mengawal empat jenazah dari Puskesmas Tanjung Bumi, dengan satu jenazah diangkut oleh satu mobil ambulan. Proses penanganan kasus ini akan dilakukan oleh rekan-rekan dari satreskrim."
Ungkapan singkat ini disampaikan di hadapan awak jurnalis di Kamar Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan.
Peristiwa carok massal ini pertama kali dilaporkan kepada Kapolsek Tanjung Bumi, AKP Fery Riswantoro, sekitar pukul 19.00 WIB.
Tidak lama setelahnya, sejumlah video yang memperlihatkan pertikaian bersenjata tajam dan beberapa korban yang terbujur kembali beredar di media sosial sekitar pukul 19.45 WIB.
Fery menyampaikan, "Ia benar, kami masih dalam upaya pengungkapan. Kejadian ini terjadi di TKP Bumianyar, Tanjung Bumi.
Dugaan awal menyatakan bahwa semua korban dalam kejadian ini telah meninggal dunia." Ungkapnya.
Iring-iringan mobil jenazah tiba di RSUD Syamrabu sekitar pukul 23.25 WIB. Semua jenazah dikawal ketat aparat kepolisian dan Puskesmas Tanjung Bumi.
Baca Juga: Polres Bangkalan Selidiki Motif Insiden Carok Massal yang Menewaskan Empat Orang di Tanjung Bumi
Setibanya di RSUD Syamrabu, empat jenazah berlumuran darah tersebut digiring ke ruangan mayat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasatsamapta Polres Bangkalan AKP Buntoro menjelaskan, ada empat jenazah yang dikawalnya dari Puskesmas Tanjung Bumi.
Keempatnya merupakan korban yang terlibat dalam insiden pengeroyokan dengan senjata tajam (sajam).
"Alhamdulillah mayat korban kami kawal dari Tanjung Bumi hingga RSUD Syamrabu Bangkalan," ungkap Buntoro.
Keempat korban itu saat ini tengah menjalani autopsi di ruangan pemulasaran jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan. Buntoro belum bisa memastikan luka-luka pada korban.
"Luka-luka kami belum tahu, yang jelas parah," sambungnya.
Buntoro memastikan tidak ada korban luka lainnya yang dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.
Empat korban yang tengah diautopsi itu merupakan warga asal Desa Larangan Timur dan Desa Bumi Anyar Kecamatan Tanjung Bumi.
Baca Juga: Tragedi Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan, Empat Nyawa Melayang
"Kami hanya mengawal dan memastikan mayat korban aman sampai disini, selanjutnya silahkan ke Satreskrim," paparnya.
Peristiwa pembacokan dan carok massal itu terjadi pada Jumat (12/1) siang di Desa Banyu Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi.
Empat korban tewas dalam insiden tersebut, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.
Polisi masih menyelidiki motif carok massal tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. ***