Radarbangkalan.id - Di antara rerumputan liar, hanya ada jalan setapak yang bisa dilewati untuk sampai gubuk reyot berukuran 4 x 7 meter di Dusun Tlagah, Desa Banyoning Daja, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Gubuk reyot bercat kuning yang ditempel stiker bertuliskan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2021 tersebut kini sudah kusam.
Di dalamnya hanya ada meja dan kursi usang yang tidak tersentuh tangan. Asbes dengan motif bergelombang menjadi sekat antara ruang depan dan kamar.
Baca Juga: Belatung di Mie Gacoan Cirebon, Ini Penjelasan dari Pihak Restoran dan Hasil Pemeriksaan Polisi
Kisah Haru ini dimulai dari rumah yang ditinggali lansia 90 tahun bernama Jumanti seorang diri. Di masa senjanya, dia hanya bisa berbaring di atas dipan tanpa kasur.
Saat ditemui Radarbangkalan.id pada Kamis (11/1/2024), Jumanti yang berusia 90 tahun tampak lemah dan kurus. Rambutnya memutih dan matanya sudah rabun.
Jumanti mengaku sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Untuk bertahan hidup, dia hanya mengandalkan uluran tetangga dan keluarga terdekat.
Baca Juga: Rencana Pembunuhan Istri yang Sadis: Awalnya Diracun, Lalu Dibegal dan Dibunuh oleh Pembunuh Bayaran
“Sudah enam bulan puasa Ramadan saya tidak jualan. Kalau makan saya di-parengi (diberi) orang. Alhamdulillah sama Allah saya diberikan kecukupan,” ucapnya.
Jumanti hidup sendiri, tidak memiliki anak dan suami. Semasa muda, dia berjulan rujak di Kota Bangkalan dan sempat berkeluarga. Namun, nasib tidak mujur karena dia tidak memiliki keturunan.
“Saya hanya bisa berdoa siang dan malam. Semoga saat sakit, saya tidak merepotkan siapa pun karena saya tidak punya anak,” ujar Jumanti.
Jumanti mengaku sempat mendapat bantuan dari pemerintah desa setempat. Namun, bantuan tersebut tidak lagi diterima setelah pergantian kepemimpinan.
Baca Juga: RPP Manajemen ASN: Strategi Membangun Kinerja, Kesejahteraan, dan Karier PNS yang Berkualitas
Dia hanya bisa berdoa dan pasrah akan sisa hidupnya yang semakin lemah.
“Saya hanya mau hidup dan mati di rumah peninggalan orang tua ini. Semoga saya tetap sehat,” ucap Jumanti dengan tangan menengadah ke atas.
Sementara Badriah yang merupakan ponakan Jumanti menyampaikan, bibinya memang tidak mau dipindah. Jadi, yang mengurus dan memandikan bibinya adalah dirinya.
Rumah Badriah berjarak sekitar 30 meter dari gubuk yang ditempati Jumanti.
“Pernah diajak pindah tidak mau. Sebelumnya, dia masak sendiri. Cuma karena sakit, jadi saya suapi dan saya beri apa yang diberikan orang,” terangnya.
Perempuan 65 tahun itu mengaku tidak merasa keberatan meski mengurus Jumanti. Meski dirinya harus menyelesaikan kesibukan lain dan mengurus orang tua yang kondisinya tidak jauh berbeda.
Dia menyadari, bibinya tidak memiliki siapa-siapa selain dirinya.
“Saya tidak merasa berat untuk merawat meski harus bertani dan merawat sapi. Jika saya merasa berat, tidak ada faedahnya merawat ibu,” pungkasnya.
Pemerintah Diminta Lebih Perhatian
Kisah Jumanti ini menjadi potret kesepian dan keterbatasan yang dialami lansia di Indonesia.
Pemerintah perlu memperhatikan kondisi lansia, terutama yang hidup sebatang kara.
Pemerintah dapat memberikan bantuan berupa jaminan sosial, bantuan kesehatan, dan bantuan pangan.
Baca Juga: Penggerebekan Tempat Kos Mesum di Jombang, Tujuh Pasangan Diciduk Warga, Salah Satunya Anak SMP
Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lansia.
Berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan lansia:
- Meningkatkan cakupan jaminan sosial bagi lansia, termasuk jaminan kesehatan, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.
- Meningkatkan akses lansia terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan primer, layanan kesehatan rujukan, dan layanan kesehatan rehabilitasi.
- Meningkatkan akses lansia terhadap layanan sosial, termasuk layanan sosial dasar, layanan sosial lanjut usia, dan layanan sosial rehabilitasi.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lansia.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan lansia dapat menjalani masa senjanya dengan lebih nyaman dan terjamin kesejahteraannya. ***