RadarBangkalan.id - Carok salah satu hal yang tak bisa dilepas dengan Celurit dan tragedi berdarah yang sering kita dengar dari wilayah bagian timur pulau jawa yaitu Madura.
Peristiwa Carok yang paling mengerikan dan heboh ditengah masyarakat pernah terjadi jauh sebelum Carok Maut yang melibatkan Hasan Busri, Wardi dan Mat Tanjar CS yang baru-baru ini heboh dan menyita perhatian dunia maya dan warga sekitar.
Hingga kini Berita tentang carok di Bangkalan yang melibatkan Pendekar Hasan Tanjung dan Mat Tanjar cs sedang menjadi viral dan menjadi carok dengan rekor paling mengerikan yang terjadi beberapa tahun silam.
Peristiwa carok di Bangkalan tersebut menyebabkan empat orang tewas, termasuk seorang guru silat terkenal di Desa Banyu Anyar, Bangkalan, Madura.
Hasan Tanjung dan adiknya diketahui menjadi penyebab kematian empat lawannya akibat serangan mereka. Menariknya, keduanya tidak mengalami luka dan diduga memiliki ilmu kebal.
Polisi turun tangan setelah kejadian ini dan menangkap Hasan beserta adiknya sebagai tersangka sehingga telah dilakukan penahanan.
Meskipun kejadian carok di Bangkalan ini penuh dengan kekerasan, perhatian netizen justru tertuju pada aksi kedua pelaku.
Carok sendiri merupakan bentuk duel menggunakan senjata yang menjadi tradisi kuno di Madura. Biasanya, carok terjadi antara individu yang berseteru karena masalah harga diri, perempuan, atau tanah.
Madura pernah menyaksikan kejadian carok yang sangat berdarah dan paling mengerikan pada 12 Juni 2006 di Pamekasan.
Berbeda dengan carok mengerikan yang terjadi antara Hasan Busri, Wardi dan Mat Tanjar CS yang diawali dengan hal sepele yakni karena kencangnya sepeda motor dengan lampu terang korban yang menyorot mata pelaku Hasan Busri,
Tragedi carok massal yang paling mengerikan di Pamekasan beberapa tahun silam itu dipicu oleh sengketa tanah di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batu Marmar, yang melibatkan lahan tembakau seluas 5,8 hektar.
Tanah tersebut memiliki status bengkok dan dipinjamkan sebagai fasilitas kepala desa atau percanton.
Kejadian dimulai pada pukul 08.15 WIB, saat Kepala Desa dan istrinya bersama beberapa orang datang ke rumah mantan Kepala Desa yang ternyata masih kerabat mereka.
Namun, dalam perjalanan, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang mendukung mantan Kepala Desa. Pertikaian terjadi, memicu kesalahpahaman.
Bentrokan massal pun terjadi, melibatkan puluhan orang yang menggunakan senjata tajam, seperti celurit, dan bahkan petasan untuk melukai lawan.
Delapan orang tewas di tempat, sedangkan puluhan lainnya mengalami luka serius.
Polisi segera merespons dengan menangkap pelaku dan menurunkan 500 anggota untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.
Haji Mursyidin (35), Kepala Desa Bujur Tengah, Hajah Nurasisah (52), Ibu Kepala Desa, Zainul (42), Haji Makmuf (42), Muhri (34), Syafi`i (30), Makruf (31), dan Tahim (32) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam tragedi carok massal tersebut.
Kejadian ini menjadi peristiwa carok paling berdarah dan paling mengerikan di Madura pada era modern.
Ada banyak hal yang memungkinkan menjadi motif terjadinya carok di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep atau di Madura bisa karena hal sepele sampai hal yang besar yang jelas.
Semoga kejadian Carok Massal yang Mengerikan dan Menyita Perhatian Masyarakat dan Warganet seperti yang terjadi di Bangkalan baru-baru ini dan yang terjadi di Pamekasan beberapa tahun silam tidak pernah terjadi lagi khususnya di Madura.
Editor : Ubaidillah