RadarBangkalan.id - Gelombang carok, tradisi duel berdarah Madura, kembali mengejutkan pulau ini, kali ini dengan sorotan tertuju pada Pamekasan bukan Bangkalan carok Hasan.
Kejadian terkini ini melibatkan Pendekar Hasan Tanjung dan Mat Tanjar cs di Desa Banyu Anyar, Bangkalan, yang mencatatkan diri sebagai catatan hitam carok paling mengerikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pertarungan sengit ini merenggut empat nyawa, termasuk seorang guru silat terkenal yang menjadi korban tak terhindarkan.
Hasan Tanjung dan adiknya, diduga sebagai dalang utama, keluar dari pertarungan ini tanpa luka dan bersimbah darah.
Polisi telah merespons dengan tegas, menangkap keduanya sebagai tersangka dan menjalankan proses penahanan.
Carok, sebuah ritual duel tradisional dengan senjata tajam, kembali mencuri perhatian netizen, tidak hanya karena kekerasan yang menyertainya, tetapi juga karena aksi dramatis kedua pelaku yang terlibat.
Tradisi carok, yang telah tertanam dalam budaya Madura, sering kali dimulai dari konflik harga diri, perselisihan perempuan, atau sengketa tanah.
Pamekasan menjadi saksi tragedi serupa pada tahun 2006, menambah deretan kisah kelam carok di Madura.
Pada tahun itu, Pamekasan terguncang oleh carok massal yang dipicu oleh sengketa tanah di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batu Marmar.
Lahan tembakau seluas 5,8 hektar, dengan status bengkok dan dipinjamkan sebagai fasilitas kepala desa, menjadi akar konflik tragis.
Kejadian dimulai ketika Kepala Desa dan istrinya, bersama beberapa orang pendukungnya, mengunjungi rumah mantan Kepala Desa.
Pertikaian sepele berkembang menjadi kesalahpahaman massal, melibatkan sekelompok orang yang mendukung mantan Kepala Desa.
Bentrokan tak terelakkan terjadi, melibatkan puluhan orang bersenjatakan celurit, bahkan petasan, yang berujung pada delapan kematian dan puluhan luka serius.
Tanggapan cepat polisi melibatkan penangkapan 500 anggota untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.
Haji Mursyidin, Kepala Desa Bujur Tengah, dan tujuh orang lainnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam carok massal tersebut.
Kejadian ini menjadi catatan kelam, mencatat diri sebagai peristiwa carok paling berdarah dan mengerikan di Madura pada era modern.
Motif terjadinya carok di Madura terus menjadi misteri, mulai dari sepele hingga melibatkan sengketa tanah dengan dampak besar.
Dengan harapan, peristiwa seperti Carok Massal di Bangkalan baru-baru ini dan Pamekasan beberapa tahun silam tidak akan menghantui Madura lagi.
Masyarakat dan warganet diingatkan untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik yang dapat memicu tragedi yang memilukan.***
Editor : Raditya Mubdi