News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Omset Puluhan Juta! Mahasiswa Surabaya Berhasil Menjalankan Usaha Budidaya Lobster Red Claw di Lingkungan Kos

Ubaidillah • Selasa, 23 Januari 2024 | 12:58 WIB
Rei Albani sukses budidaya lobster air tawar jenis red claw di kos-kosan (RAHMAT S/RADAR SURABAYA)
Rei Albani sukses budidaya lobster air tawar jenis red claw di kos-kosan (RAHMAT S/RADAR SURABAYA)

RadarBangkalan.id - Tidak terduga, seorang mahasiswa dari salah satu universitas di Surabaya, Rei Albani, berhasil membudidayakan lobster air tawar jenis Red Claw di lahan yang sempit dan terbatas.

Budidaya Lobster Red Claw ini berhasil dilakukan oleh mahasiswa semester tujuh tersebut di lantai tiga sebuah kos-kosan di kawasan Dupak Baru, Surabaya.

Rei memulai budidaya Lobster Red Claw pada tahun 2021, ketika ia tertarik untuk mengembangkan usaha budidaya lobster melalui peluang yang muncul di media sosial yang sedang berkembang.

Menurut Radar Surabaya (Jawa Pos Group) pada Minggu (21/1), Rei memilih untuk melakukan budidaya lobster di kos-kosan yang ia tempati karena lahan yang terbatas, terutama di area perkotaan.

"Ya, inilah tantangannya, di lahan yang sempit bisa berinovasi menjadi lahan yang inovatif dan efektif sehingga lebih produktif," ungkapnya.

Budidaya lobster melalui pembibitan benih lobster yang dilakukan oleh Rei akhirnya menghasilkan hasil yang memuaskan. Ia bahkan mengklaim telah mengirimkan bibit lobster hingga ke Bali dan Jawa Barat.

"Saya fokus pada pembibitan dan mengirimkannya kepada petani lobster, dengan pangsa pasar terutama di Bali dan sekitar Jawa Barat," ujar Rei.

Lobster air tawar Red Claw, atau cherax quadricarinatus, hasil budidaya Rei mampu menghasilkan ribuan benih dalam sekali panen.

Rei juga menyatakan bahwa pendapatannya dari budidaya lobster Red Claw tersebut sudah mencapai puluhan juta rupiah.

"Harga satu set (4 jantan, 6 betina, Red) dengan ukuran 3 inci atau sekitar 8 centimeter Rp 150 ribu. Sedangkan yang agak besar dengan ukuran 5 inci atau 18 centimeter Rp 500 ribu," tuturnya.

Lebih lanjut, Rei mengungkapkan bahwa dengan sekali panen setiap bulan, ia bisa menghasilkan seribu ekor lobster dengan pendapatan bersih sebesar Rp 1 juta.

Di tempat budidaya lobster milik Rei, terdapat lima kolam dengan ukuran sedang hingga kecil yang digunakan untuk pembibitan.

"Kami membedakan kolam untuk pembuahan sendiri, untuk yang masih anak-anak, hingga untuk lobster yang sudah besar. Untuk pakan, sangat mudah karena lobster merupakan omnivora, jadi bisa diberi kacang ijo, taoge, wortel, dan pelet," paparnya.

Rei menambahkan, "Adanya filtrasi dalam ikan lobster membuat kualitas air menjadi lebih baik, sehingga hasil budidaya juga baik."

Saat ditemui, lobster milik Rei sudah mulai mengeluarkan telur, dengan satu lobster kecil terlihat memiliki puluhan telur. Setiap kali menetas, satu indukan dapat menghasilkan 100-600 ekor telur dengan ukuran 1 inci.

Pria berusia 21 tahun yang mengambil jurusan manajemen bisnis ini mengakui bahwa seiring berjalannya waktu, lebih banyak petani lobster yang cenderung memilih dan membeli benih lobster daripada membeli lobster yang sudah siap dikonsumsi.

Editor : Ubaidillah
#Lobster Air Tawar #kos-kosan #surabaya #mahasiswa