RadarBangkalan.id - Tersembunyi di balik jeruji besi dan cobaan berat, Ifa, istri dari Wardi, pelaku carok di Bangkalan, Madura, menjadi simbol ketegaran di tengah peristiwa kontroversial tersebut.
Melalui akun TikTok pribadinya, @ifanyaraihan, Ifa berbagi curhat yang menggambarkan kepedihan mendalam yang menghantui hidupnya dan kedua anak mereka.
Penahanan Wardi, yang membela kakaknya Hasan Tanjung dalam aksi carok tragis, meninggalkan jejak emosional yang dalam bagi keluarga kecil ini.
Ifa, dengan gagah berani, berusaha memelihara momen kebahagiaan dengan kedua anaknya, menciptakan bayang-bayang pahit di tengah kekosongan kehadiran suami.
Dalam unggahan terbarunya di TikTok, Ifa memasukkan pesan bijak dan pengingat yang pernah diungkapkan oleh Wardi.
Pesan itu bukan hanya mengajak anak-anaknya untuk tetap tegar dan rajin mengaji, tetapi juga menyiratkan semangat untuk melalui semua ujian kehidupan.
"Ingat pesan ayahmu yaa nak..yang rajin ngajinya.. kita pasti bisa melewati semua ini," tulis Ifa, merangkul pesan berharga sang suami.
Namun, tak hanya sebatas momen bahagia, Ifa juga membagikan kenangan pernikahannya dengan Wardi, menunjukkan harmoni dan kekompakan keduanya dalam foto pernikahan beberapa tahun silam.
Unggahan ini menciptakan gambaran kehangatan yang semakin berharga di tengah terpaan badai peristiwa pilu yang menimpa keluarga mereka.
"Biar gak disangka bujangan, aku kan selalu menemanimu apapun keadaannya," tambahnya, mencerminkan ketegaran seorang istri yang teguh di saat menghadapi situasi sulit bersama anak-anaknya.
Sebelumnya, tragedi carok 2 vs 10 di Desa Banyuanyar, Bangkalan, Madura, pada Jumat, 12 Januari 2024, telah meninggalkan luka mendalam.
Baca Juga: Tak Kalah Jago, Anak Wardi Pelaku Carok di Bangkalan Sering Juara Taekwondo Tingkat Nasional
Meskipun melibatkan sepuluh orang, hanya lima orang yang terlibat langsung dalam aksi carok yang merenggut nyawa beberapa pendekar, termasuk Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri, dan Hafid.
Wardi dan Hasan Tanjung, setelah dijadikan tersangka, kini berada di balik jeruji besi, meninggalkan keluarga dan anak-anak mereka.
Harapan akan ketegaran dan kekuatan untuk menghadapi peristiwa berat ini terus mengalir kepada mereka dan keluarga korban. Semoga, di dalam kesulitan ini, mereka semua diberi ketabahan dan kesabaran.***
Editor : Raditya Mubdi