RadarBangkalan.id - Belakangan ini, publik dihebohkan dengan munculnya sebuah video carok dalam versi slow motion atau diperlambat, yang mengungkapkan secara lebih rinci alur duel antara dua pendekar terkenal, Mat Tanjar dan Hasan Tanjung.
Video tersebut menjadi sorotan karena mengubah pandangan publik terhadap spekulasi awal tentang korban yang tidak bersenjata.
Ternyata, video tersebut menunjukkan fakta-fakta mengejutkan, termasuk keterlibatan lebih dari satu pelaku dalam insiden carok tersebut.
Tidak hanya sekadar duel antara Mat Tanjar dan Hasan Tanjung, melainkan video tersebut memperlihatkan bahwa pada saat yang bersamaan, kabarnya Mat Terdam juga terlibat dan berusaha menyerang dari belakang.
Informasi ini menambah kompleksitas kejadian, mengingat pada waktu itu, kelima orang dari kubu Mat Tanjar ikut turun tangan, sedangkan Hasan hanya didampingi oleh Mawardi.
Pertarungan antara kedua pendekar Madura ini pun diduga berubah menjadi situasi 5 lawan 2, yang seharusnya tidak menguntungkan bagi Mat Tanjar dan Hasan Tanjung.
Video dari saluran YouTube Do'i Channel pada Jum'at, 2 Februari 2024, mengungkapkan alur duel sejak kedatangan Hasan di tempat kejadian carok.
"Ini kedatangan Hasan, yang langsung loncat dari motor lari ke arah Mat Tanjar," ujar narator dalam video.
Menurut narasi dalam video tersebut, pada awalnya kondisi Mat Tanjar dan Hasan Tanjung adalah satu lawan satu.
Namun, video menunjukkan bahwa Mat Tanjar sudah menggunakan celurit untuk melawan serangan Hasan.
"Di sini Mat Tanjar sudah melawan Hasan menggunakan celurit," imbuhnya.
Namun, dalam momen tersebut, video merekam kehadiran seseorang yang diduga Mat Terdam, yang berusaha menyerang Hasan dari belakang.
"Nah, tapi di bagian ini, ada orang yang berusaha menyerang Hasan dari belakang ini sangat jelas dikeroyok, dan ini Mat Terdam," ungkap narator.
Dari rekaman tersebut, terlihat bahwa Mat Terdam diduga berusaha melukai Hasan dengan celurit yang dipegang tangan kanannya.
Alur duel yang terungkap dalam video ini sebelumnya juga sudah diungkap oleh Hasan dan Mawardi saat di Mapolres Bangkalan.
Kejadian ini semakin mengukuhkan narasi tentang carok paling mengerikan di Bangkalan, di mana fakta-fakta baru terus bermunculan, menjadikan insiden ini semakin kompleks dan menarik perhatian masyarakat.
Editor : Azril Arham