Radarbangkalan.id - Sebagian besar petani menggantungkan harapan pada pupuk kimia untuk meningkatkan hasil tanaman.
Namun, ketersediaan pupuk kimia yang sering langka telah mendorong inovasi dari seorang petani di Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, Hasan Iroqi.
Dalam kunjungan kami ke kediamannya pada Minggu (28/1), rintik hujan menyertai perjalanan menuju rumah Hasan Iroqi yang berjarak tidak begitu jauh dari pusat kota, hanya sekitar 10 menit.
Hasan Iroqi, yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Kramat, menjelaskan langkah-langkah produksi pupuk cair berbahan dasar dedak dan air cucian beras yang dilakukan oleh para santri di ponpes tersebut.
Suasana pesantren begitu kental ketika beberapa orang tua terlihat melepas kangen kepada anak-anak mereka yang berada di ponpes yang dibina Hasan.
"Mari kita langsung ke halaman belakang untuk mengecek cara pembuatan pupuk cair yang diolah santri," ucap Hasan sambut kedatangan kami.
Hasan memandu kami ke salah satu gubuk tempat penyimpanan dan pengolahan pupuk cair.
Bahan-bahan sederhana seperti air cucian beras, dedak, dan jamur jakaba menjadi komposisi dasar yang diaduk hingga merata dan ditutup dengan kain.
Proses fermentasi pupuk organik cair membutuhkan waktu sekitar tiga minggu hingga sebulan sebelum dapat digunakan untuk tanaman.
"Pupuk organik cair ini dapat diproduksi sesuai dengan keinginan.
Jika ingin tanaman subur, tambahkan pelepah pisang. Untuk memperkuat batang tanaman, cukup tambahkan cangkang telur yang sudah dihaluskan.
Dan untuk mendukung kesuburan buah, bisa menambahkan pisang yang sudah membusuk," tambah Hasan.
Hasan menantang petani untuk beralih menggunakan pupuk organik cair sebagai alternatif yang lebih mudah dan terjangkau.
Dia menekankan bahwa dengan memproduksi pupuk organik cair, petani tidak perlu lagi bergantung pada pupuk kimia yang sering sulit didapatkan.
Petani yang juga Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PCNU Bangkalan ini memulai produksi pupuk cairnya setahun yang lalu.
Awalnya, pupuk cair tersebut digunakan untuk tanaman cabai.
Namun, hasilnya melebihi ekspektasi, menunjukkan bahwa pupuk yang dihasilkan dari bahan sederhana dapat memberikan kualitas terbaik pada tanaman.
Hasan juga memanfaatkan lahan kosong di belakang rumahnya untuk membudidayakan sayur-mayur dengan hasil yang subur, meskipun hanya menggunakan pupuk yang diproduksi secara mandiri.
Tantangan selanjutnya adalah sejauh mana petani bersedia beralih dan mengadopsi pupuk organik cair sebagai solusi berkelanjutan untuk pertanian. ***
Editor : Ajiv Ibrohim