News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mengungkap Sejarah Panjang Budaya dan Istilah Carok Madura

Azril Arham • Selasa, 6 Februari 2024 | 04:10 WIB

 

Ilustrasi Carok Madura
Ilustrasi Carok Madura

RadarBangkalan.id - Carok, sebuah tradisi pertarungan khas suku Madura, kembali menjadi sorotan belakangan ini setelah terjadinya tragedi di daerah Bangkalan yang merenggut dua korban jiwa.

Namun, agar dapat memahami lebih dalam fenomena ini, kita perlu melihat sejarah panjang budaya dan istilah carok yang merupakan warisan berharga dari suku Madura sejak era kolonial.

Prinsip dan ideologi suku Madura tercermin dalam ungkapan katembheng potea mata, ango’a potea tholang, yang artinya daripada hidup dengan rasa malu, lebih baik mati berkalang tanah.

Konsep ini memiliki makna mendalam dan kuat, menjadi fondasi dalam menjaga harkat dan martabat masyarakat Madura.

Dari prinsip dan ideologi ini, muncul tradisi carok sebagai bentuk penyelesaian masalah, terutama yang terkait dengan kehormatan individu dan keluarga.

Carok dapat dipicu oleh perebutan takhta di kalangan bangsawan keraton, perselingkuhan, bahkan sengketa tanah.

Meski diyakini bermula pada masa keraton, istilah "Carok" baru muncul pada masa kolonial Belanda (17 M).

Pada periode ini, Belanda berhasil menduduki dan menguasai Pulau Madura, menyebabkan terjadinya kekerasan massal terhadap suku Madura.

Kisah-kisah cerita rakyat menjadi sumber utama untuk memahami sejarah carok.

Menurut legenda yang berkembang, istilah ini muncul dalam pertarungan antara Sakera dengan Brodin, Markasan, dan Carik Rembang.

Pada masa itu, Sakera sebagai mandor petani tebu di pabrik gula Belanda, melawan tindakan kolonial Carik Rembang yang melakukan teror terhadap pemilik tanah untuk ekspansi pabrik gula.

Belanda, merasa terganggu, menyewa Markasan untuk membunuh Sakera.

Markasan menantang Sakera dalam sebuah pertarungan kekuatan (Carok) di pabrik tebu.

Namun, sebelumnya, Belanda telah mencari tahu kelemahan Sakera dari teman seperguruannya.

Akhirnya, Sakera berhasil dilumpuhkan dan dihukum gantung.

Seiring berjalannya waktu, tradisi carok terus berkembang, menciptakan narasi yang semakin kaya dan kompleks.

Fenomena ini menjadi bagian dari identitas suku Madura, sebuah warisan budaya yang patut dijaga dan dipahami lebih dalam.

Inilah carok, sebuah ekspresi sejarah panjang dan dinamis, kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura. ***

astra motor
astra motor
Editor : Azril Arham
#carok massal #madura #Carok Paling Mengerikan #carok #budaya #carok maut #video carok