BANGKALAN, RadarBangkalan.id - Luka Mat Tanjar kini jadi sorotan netizen, netizen curiga pada posisi bekas serangan sajam pada mattanjar.
Pasalnya netizen dibuat bertanya-tanya dengan luka yang dialami Mat Tanjar Cs usai melawan Hasan Tanjung dan Wardi.
Dilansir RadarBangkalan.id dari kanal YouTube Pupung Widiyapurnama pada Rabu, 7 Februari 2024,
dibagikan sebuah informasi terkait kondisi luka yang dialami Mat Tanjar pasca carok.
Berdasarkan laporan Tim Inafis, Mat Tanjar Cs mendapat sejumlah luka parah di beberapa bagian tubuhnya.
Dari 4 korban carok, Mat Tanjar mengalami luka paling parah hingga dirinya tewas duluan.
Menurut akun tersebut, ia mendapat luka di tangan kiri dekat dengan lengan sikunya.
Hal ini diperkirakan karena tangan kanan Mat Tanjar memegang sajam,
sehingga korban menangkis serangan Hasan memakai tangan kirinya sampai terluka.
Selain itu, Mat Tanjar pun mendapat luka di bagian lengan tangan kanannya.
Selanjutnya korban terkena serangan pada bagian leher kanan hingga ke arah belakang.
Diduga luka pada bagian ini terjadi karena dikenai sajam
melalui arah belakang saat Mat Tanjar sedang berlari dan dikejar Hasan Tanjung.
Tak hanya itu, Mat Tanjar disebut mengalami luka cukup parah di bagian telinga kirinya sampai kepala belakang.
Didapatkan asumsi bahwa luka tersebut karena diserang dalam jarak dekat oleh pelaku.
"Kemungkinan luka ini dihasilkan dari sabetan full power
dari jarak dekat dengan sangat keras dari arah belakang," jelas narator.
"Ada kemungkinan luka ini dihasilkan saat Mat Tanjar
sudah roboh tetapi masih terus diserang dari belakang," sambungnya.
Oleh karenanya, netizen menaruh kecurigaan terhadap sikap Hasan Tanjung alias
Hasan Busri dalam menghabisi Mat Tanjar yang membabi buta.
"Ini yang menurut saya agak aneh, apakah orang yang bermaksud membela diri
harus sampai melukai lawannya dari belakang seperti ini," tandasnya mengakhiri.
Foto dan video terbaru luka mat tanjar tersebar di media sosial,
berdasarkan foto serta video tersebut luka yang dialami mat tanjar paling mengerikan
karena diduga tebasan dari celurit hasan.
Editor : Ubaidillah