Suara Kampus Menggema: Universitas Trunojoyo Madura Menyerukan Maklumat untuk Selamatkan Demokrasi Indonesia
Abdul Basri• Jumat, 9 Februari 2024 | 05:51 WIB
SERUAN MORAL: Dosen FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Sri Hidayati (kiri) memimpin pembacaan maklumat seruan selamatkan demokrasi Indonesia, di gedung rektorat. (TAUFIKURRAHMAN/JPRM)
Radarbangkalan.id - Gelombang suara dari kampus untuk menyelamatkan demokrasi Indonesia semakin menguat.
Setelah STKIP PGRI Sumenep, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) turut menyatakan sikapnya melalui sebuah maklumat bertajuk "Pangesto Ate Selamatkan Demokrasi Indonesia dari Madura untuk Indonesia".
Maklumat yang dibacakan pada tanggal 7 Februari 2024 ini memuat enam poin penting yang mencerminkan keprihatinan dan harapan civitas academica UTM terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini.
Membumikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berpolitik
Berdasarkan perspektif Pancasila, PSPK FH UTM menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai religiusitas, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam penyelenggaraan negara.
Hal ini termasuk dalam etika politik kebangsaan dan pelaksanaan Pemilu 2024 yang diharapkan dapat berlangsung dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan, bukan mementingkan kepentingan politik para penguasa.
Menyoroti Kekuasaan Presiden dan Perlunya Keteladanan
Maklumat ini juga menyoroti besarnya kekuasaan presiden dalam konstitusi (UUD 1945) dan perlunya keteladanan dari kepala negara dan ketua lembaga negara untuk bersikap netral dan tidak menyalahgunakan kewenangannya.
TAP MPR Nomor VI/MPR/2001 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa ditekankan sebagai pedoman penting dalam berpolitik.
Gerakan Moral untuk Meluruskan Demokrasi
Wakil Rektor III UTM, Surokim Abdussalam, menegaskan bahwa maklumat ini merupakan gerakan moral untuk meluruskan demokrasi dan mengawal agenda reformasi.
Dia menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh diklaim oleh pihak mana pun dan murni merupakan seruan moral dari civitas academica UTM.
Menjaga Arah Reformasi dan Kepentingan Rakyat
Surokim menambahkan bahwa maklumat ini penting untuk mengingatkan penyelenggara pemilu dan presiden agar tegak lurus dalam menjaga arah reformasi.
Dia menegaskan bahwa UTM tidak berafiliasi dengan kandidat politik mana pun dan murni mengambil sikap untuk kepentingan rakyat dan kemaslahatan umum.
Bendera Hitam sebagai Simbol Keprihatinan
Di tengah pembacaan maklumat, civitas academica UTM mengibarkan bendera hitam sebagai simbol keprihatinan terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini.