RadarBangkalan.id - Gelombang duka menyelimuti Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,
ketika Beni Karyanto, seorang pahlawan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, menghadapi ajalnya karena kelelahan saat menjalankan tugasnya sebagai anggota Panitia Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) Cibadak.
Tragedi menyedihkan ini terjadi pada Kamis, 15 Februari 2024, dan bukan hanya merobohkan hati keluarga dan kerabat Beni,
tetapi juga menciptakan ketegangan di kalangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Cianjur. Seiring dengan kepedihan yang dirasakan,
Bawaslu Cianjur memberikan respons cepat dengan menjamin santunan sebesar Rp40 juta bagi keluarga almarhum.
Dari total santunan tersebut, sebesar Rp10 juta dialokasikan untuk biaya pemakaman, sementara sisanya, Rp30 juta, telah diajukan ke Sekretariat Bawaslu.
Pemberian santunan ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian Beni Karyanto dalam menjaga integritas pemilu.
Ketua Bawaslu Cianjur, Asep Tandang Suparman, dengan penuh kesedihan, menyampaikan rincian santunan tersebut kepada keluarga Beni.
Namun, di balik air mata dan rasa kehilangan, Asep Tandang Suparman menekankan betapa pentingnya kesadaran akan kesehatan para petugas yang terlibat dalam proses pemilu.
Sebelum memasuki tahapan pemilihan, petugas diberikan imbauan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka dengan menjalani pemeriksaan sebelum dan sesudah bertugas.
Asep Tandang Suparman menyampaikan, "Kondisi kesehatan prima sangat diperlukan agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik tanpa mengganggu kesehatan mereka sendiri."
Baca Juga: Komeng Ingin Wujudkan Hari Komedi Jika Terpilih Jadi Anggota Dewan, Berikut Ini Fungsi Utama DPD RI
Insiden tragis yang merenggut nyawa Beni Karyanto juga menjadi momen penting bagi Bawaslu Cianjur untuk memberikan peringatan kepada seluruh anggota panwas yang masih aktif dalam proses Pemilu 2024.
Peringatan ini memastikan agar para petugas selalu menjaga kesehatan mereka dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik kurang mendukung.
Bukan hanya itu, Bawaslu Cianjur mewajibkan seluruh anggota panwas, terutama yang masih bertugas dalam pengawasan jalannya Pemilu 2024,
untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kelelahan berlebihan dan memastikan setiap petugas siap menjalankan tugasnya dengan optimal.
Asep Tandang Suparman mengingatkan, "Kami menyadari bahwa terkadang seorang petugas harus mewakili petugas lain dalam melakukan pengawasan, yang dapat menyebabkan jam tugas bertambah.
Oleh karena itu, kondisi kesehatan yang prima sangat diperlukan agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik tanpa mengganggu kesehatan mereka sendiri."
Di sisi lain, fokus penyelidikan juga tertuju pada dugaan bahwa kelelahan Beni Karyanto menjadi pemicu serangan jantung dan pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan kematian tragis.
Sebagai anggota Panwas Kelurahan/Desa (PKD) Cibadak, Beni mengalami keadaan koma saat bertugas mengawal distribusi logistik PPS ke TPS 04 Desa Cibadak.
Ketua Panwascam Cibeber, Asep Tolhah, menjelaskan bahwa kejadian tragis ini terjadi saat Beni tengah bertugas mengawasi proses distribusi logistik di TPS 04 Kampung Ciluncat, Desa Cibadak.
Meskipun ditolong oleh anggota KPPS dan kepala desa setempat, Beni akhirnya harus dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur bersama petugas Panwascam.
Dari hasil diagnosa tim medis, kelelahan yang dialami Beni saat mengawasi distribusi logistik di TPS 04 Kampung Ciluncat menjadi pemicu insiden tersebut.
Beni dilarikan ke ruang ICU di RSUD Sayang Cianjur, tempat ia menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan duka yang mendalam di hati keluarga, rekan kerja, dan masyarakat setempat.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para petugas pemilu tidak selalu terbatas pada aspek politik, tetapi juga mencakup kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Sementara Bawaslu Cianjur berusaha memberikan perlindungan dan dukungan, kisah Beni Karyanto menjadi suatu cermin bagi seluruh petugas pemilu untuk selalu memprioritaskan kesehatan mereka demi kelancaran jalannya proses demokrasi.
Dengan latar belakang tragis ini, keluarga, rekan kerja, dan masyarakat setempat meratapi kepergian Beni Karyanto,
sementara Bawaslu Cianjur berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap para petugas pemilu.****
Editor : Raditya Mubdi