News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kisah Heroik: Tim Gabungan Selamatkan 2.000 Warga dari Banjir di Bangkalan yang Mematikan

Raditya Mubdi • Kamis, 14 Maret 2024 | 05:55 WIB
Banjir menggenangi rumah warga di Kecamatam Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), Selasa, 12 Maret 2024.
Banjir menggenangi rumah warga di Kecamatam Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), Selasa, 12 Maret 2024.

RadarBangkalan.id - Malapetaka datang dalam gelombang banjir mematikan ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Senin (11/3) setelah hujan deras melanda daerah tersebut.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan TNI bergerak cepat merespons krisis banjir ini dengan melakukan evakuasi massal terhadap korban banjir di Kecamatan Arosbaya.

Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto, menyampaikan, "Ada sekitar 2.000 orang yang terdampak banjir,

dan sebagian dari mereka terpaksa kami evakuasi ke tempat yang lebih aman," pada hari Selasa (12/3).

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kompol Andi Febrianto, Kabag Ops AKP Polres Bangkalan Moch Rivai, dan Kasat Samapta AKP Buntoro.

Empat desa di Kecamatan Arosbaya menjadi korban banjir parah, mencakup Desa Buduran (700 warga terdampak), Desa Plakaran (200 warga terdampak), Desa Tambegan (15 warga terdampak), dan Desa Arosbaya (1.100 warga terdampak).

Proses evakuasi menggunakan perahu karet dilakukan sejak pagi hingga sore, menghadapi genangan air dengan ketinggian bervariasi antara satu hingga 1,5 meter, bahkan mencapai atap rumah warga.

Andi menjelaskan, "Sampai sore ini kami bersama Kodim 0829 Bangkalan dan BPBD melakukan upaya evakuasi secara bertahap di rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Total sekitar 2.000an warga dievakuasi di SPBU Arosbaya."

Kecamatan Arosbaya, khususnya Desa Buduran, menjadi pusat banjir yang parah, mengakibatkan akses jalan menuju Kecamatan Geger tak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

"Untuk sementara akses Arosbaya menuju Geger via Desa Buduran ke timur belum bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat karena genangan air yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk mencari alternatif jalan lain dan tetap waspada serta tidak berada di luar rumah jika tidak ada hal-hal yang penting," tambah Kompol Andi.

Baca Juga: Jalur Vital Terputus! Banjir Parah Timbulkan Chaos di Jalan Nasional: Masyarakat Bangkalan dan Sampang Terjebak dalam Keadaan Darurat

Banjir juga melanda Kabupaten Sampang dan Pamekasan di Madura. Kabupaten Sampang mengalami terendamnya Kecamatan Jrengik, sedangkan di Pamekasan, banjir terjadi di Jalan Trunojoyo akibat luapan Sungai Kalisemajid dan Sungai Kalikloang.

Situasi darurat membutuhkan koordinasi dan respons cepat dari pihak berwenang dan masyarakat setempat.

Tantangan besar ini menguji solidaritas serta keberanian warga Bangkalan dalam menghadapi bencana alam yang tak terduga.***

Dua siswa SD Negeri Tambakrejo 01 Gayamsari Kota Semarang menerjang banjir di halaman sekolah, Kamis (14/3/2024)
Dua siswa SD Negeri Tambakrejo 01 Gayamsari Kota Semarang menerjang banjir di halaman sekolah, Kamis (14/3/2024)
Kondisi SD Negeri Tambakrejo 01 Gayamsari Kota Semarang yang terendam banjir Rabu-Kamis (13-14/3/2024)
Kondisi SD Negeri Tambakrejo 01 Gayamsari Kota Semarang yang terendam banjir Rabu-Kamis (13-14/3/2024)
Paul Munster berdiskusi dengan asistennya coba ubah taktik
Paul Munster berdiskusi dengan asistennya coba ubah taktik
Editor : Raditya Mubdi
#Banjir di Bangkalan #banjir di Madura #sampang