News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dampak Kekeringan Mulai Melanda Bangkalan, 70 Desa Alami Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih

Azril Arham • Sabtu, 27 Juli 2024 | 00:45 WIB
Kalaksa BPBD Bangkalan Geger Heri Susianto
Kalaksa BPBD Bangkalan Geger Heri Susianto

RadarBangkalan.id - Memasuki musim kemarau, warga di pulau Madura, terutama di wilayah Kabupaten Bangkalan, mulai merasakan dampak kekeringan yang signifikan.

Fenomena ini telah mempengaruhi tujuh puluh desa yang tersebar di sepuluh kecamatan.

Kondisi ini membuat masyarakat setempat sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Ketujuh puluh desa yang terdampak kekeringan ini berada di beberapa kecamatan seperti Blega, Tanah Merah, Arosbaya, Kokop, Galis, Konang, Modung, dan Kwanyar.

Salah satu contoh yang paling parah adalah Desa Panjelin di Kecamatan Blega. Di desa ini, kekeringan sudah berlangsung cukup lama sehingga warga sangat membutuhkan bantuan air bersih.

Menanggapi kondisi kritis ini, pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan segera bertindak dengan mengirimkan mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Heri Susianto, Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, menyatakan bahwa desa-desa yang terdampak kekeringan paling parah berada di wilayah barat Madura. Oleh karena itu, BPBD telah memulai program droping air ke desa-desa tersebut.

"Di Kabupaten Bangkalan, saat ini sudah alami dampak kekeringan. Dari musim kemarau ini sudah melakukan droping air kepada warga," ungkap Heri pada Rabu (24/7).

Pada tahap awal, BPBD telah mengirimkan dua tangki air ke empat kecamatan utama yaitu Kecamatan Blega, Geger, Tanah Merah, dan Arosbaya.

Masing-masing kecamatan menerima dua tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun, Heri menegaskan bahwa upaya ini tidak akan berhenti di empat kecamatan saja.

"Dari empat kecamatan ini yang telah di droping air. Biasanya akan melangkah kepada sepuluh kecamatan dan terdapat tujuh puluh desa," jelas Heri.

Berdasarkan analisis sementara dari BPBD Kabupaten Bangkalan, musim kemarau diperkirakan akan berlangsung dari bulan Juni hingga Desember.

Selama periode ini, BPBD akan terus memonitor kondisi kekeringan dan memastikan distribusi air bersih berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan warga di seluruh desa yang terdampak. ***

Editor : Azril Arham
#air bersih #bangkalan #kekeringan #musim kemarau #dampak kekeringan #bpbd