Radarbangkalan.id - Trenggalek – Puluhan warga mendatangi salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, pada Minggu (22/9/20204) pagi.
Mereka menuntut pertanggungjawaban pimpinan pondok pesantren yang diduga menghamili seorang santriwati.
Warga yang berkumpul di depan pesantren ini terdiri dari keluarga dan tetangga korban, seorang santriwati yang dilaporkan telah melahirkan bayi dua bulan lalu.
Mereka menuntut keadilan dan klarifikasi dari pihak pesantren terkait dugaan kehamilan yang disebut terjadi akibat tindak kekerasan seksual.
"Kami di sini untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban. Tidak ada tindakan yang lebih serius dari pihak pesantren sejauh ini," ujar salah satu perwakilan keluarga korban.
Kasus ini menggemparkan masyarakat setempat, karena pesantren tersebut selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan agama yang dihormati.
Warga yang datang berharap ada penyelesaian hukum dan keadilan bagi santriwati yang menjadi korban.
Pihak pesantren belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan oleh warga.
Aparat kepolisian dikabarkan sudah turun tangan untuk mengamankan situasi dan melakukan investigasi lebih lanjut.
Warga berharap kasus ini dapat segera diusut tuntas oleh pihak berwenang agar tidak ada lagi korban yang mengalami hal serupa di masa mendatang.