BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Debat Pilkada Bangkalan 2024 semakin memanas. Pada sesi keempat, Rabu (9/10/2024), calon wakil bupati nomor urut 2, Mathur Husyairi, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan distribusi air bersih menggunakan tangki yang selama ini dilakukan oleh pasangan calon lainnya.
Mathur, yang berpasangan dengan Jayus Salam, dengan tegas menyatakan, "PDAM kita bukan Sinterklas, yang hanya bagi-bagi air bersih pakai tangki.
Ini bukan solusi yang menyelesaikan masalah, Pak." Kritik pedas ini langsung ditujukan kepada pasangan calon nomor urut 1, Lukman Hakim-Fauzan Jakfar, yang memang kerap terlihat membagikan air bersih menggunakan tangki di beberapa kecamatan.
Menurut Mathur, solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah air bersih di Bangkalan harus lebih strategis dan berkelanjutan.
Ia menyoroti potensi sumber air yang melimpah di Tangkel, Kecamatan Burneh. "Bangkalan punya anugerah sumber air gratis dari Allah SWT di Tangkel. Kita harus manfaatkan itu secara maksimal," tegasnya.
Mathur mengusulkan pembangunan tandon air raksasa di Tangkel untuk menampung air dari sumber-sumber di sekitar, termasuk Sumber Pocong.
Baca Juga: Ingin Tahu Sainganmu di CPNS 2024? Simak Cara Cek di Portal SSCASN BKN!
Air yang tertampung kemudian dapat didistribusikan secara gratis ke daerah-daerah yang kekurangan air, seperti Kecamatan Geger.
"Tidak perlu mesin-mesin yang rumit, cukup dengan sistem gravitasi. Saya sudah pernah diskusikan hal ini dengan mantan dirut PDAM," jelasnya.
Selain itu, Mathur juga membuka peluang untuk melibatkan investor dalam proyek ini.
Baca Juga: Ingin Tahu Sainganmu di CPNS 2024? Simak Cara Cek di Portal SSCASN BKN!
Ia yakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di sektor air bersih, misalnya dengan membangun fasilitas penyulingan air laut.
"Air laut kita sangat potensial untuk diolah menjadi air bersih yang layak konsumsi," ujarnya.
Pasangan calon nomor urut 2 ini juga menekankan pentingnya memperhatikan UMKM dan masyarakat terkait masalah air, terutama di sektor pertanian.
Jayus Salam, calon wakil bupati, menambahkan, "Kita harus lebih fokus pada solusi jangka panjang yang berkelanjutan, bukan hanya solusi sementara seperti bagi-bagi air tangki." ***
Editor : Abdul Basri