News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tragedi Carok ! Saksi Cabup Sampang Dihadang 100 Orang Bersenjata Tajam, Polisi Dalami Motif

Azril Arham • Rabu, 20 November 2024 | 23:28 WIB
Pembacokan di Sampang (Foto: Diwan M Zahri/Okezone)
Pembacokan di Sampang (Foto: Diwan M Zahri/Okezone)

RadarBangkalan.id - Kejadian tragis menimpa J, seorang saksi dari pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh).

Ia menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di tangan sekelompok orang bersenjata tajam di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, pada Minggu (17/11/2024).

Peristiwa ini diduga bermotif politik karena terjadi setelah kunjungan Cabup Slamet Junaidi ke rumah seorang tokoh agama di daerah tersebut.

Slamet Junaidi, yang akrab disapa Haji Idi, mengungkapkan detik-detik insiden tersebut.

Menurutnya, rombongannya yang hanya berjumlah tujuh orang sempat diadang oleh sekitar 100 orang yang membawa celurit dan senjata tajam lainnya.

"Kejadiannya pas saya bersama rombongan sowan ke salah satu kiai. Pas mau keluar, kami dihadang oleh kelompok lain menggunakan mobil. Bahkan, mereka berniat menabrak kami. Ada sekitar 100 orang membawa celurit dan pedang," ujar Haji Idi kepada media pada Senin (18/11/2024).

Karena diadang, rombongan diarahkan oleh warga setempat untuk mencari jalur alternatif.

Namun, di jalur tersebut mereka kembali dihalangi dengan gorong-gorong yang sengaja diletakkan melintang. Setelah berhasil melewati hambatan tersebut, mereka akhirnya bisa keluar dari desa.

Namun, sebelum rombongan Haji Idi benar-benar keluar desa, insiden berdarah terjadi di halaman rumah tokoh agama tersebut. J, yang saat itu berada di lokasi, menjadi korban pengeroyokan.

"Setelah kami keluar, terdengar kabar ada pembacokan di halaman rumah kiai. Orang-orang itu bahkan mencari keberadaan kiai. Tapi kiai sudah masuk ke dalam rumah, sementara J yang berada di luar menjadi korban," beber Haji Idi.

J sendiri dikenal sebagai seorang saksi dari kelompok Haji Idi dan bekerja sebagai pegawai PLN.

Ia merupakan warga Pamekasan yang menikah dengan warga Desa Ketapang Laok dan telah dikaruniai dua anak yang masih kecil, berusia 5 dan 2 tahun.

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Dedy Dely Rasidie, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan motif di balik pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya J.

"Korban dikeroyok oleh sekelompok orang menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti insiden tersebut," jelasnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan, terutama karena dugaan adanya kaitan dengan konflik politik lokal. Semoga kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. ***

Editor : Azril Arham
#Carok Sampang #madura #carok #pilkada #carok madura #Carok Sampang Pilkada