News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

35 Ribu Anak di Bangkalan Putus Sekolah, Disdik dan Pemkab Lakukan Sinkronisasi Data

Mohammad Sugianto • Rabu, 14 Mei 2025 | 20:45 WIB
Puluhan siswa melakukan konvoi di sepanjang Jalan Seokarno-Hatta, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah merayakan kelulusan
Puluhan siswa melakukan konvoi di sepanjang Jalan Seokarno-Hatta, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah merayakan kelulusan

Radarbangkalan.id-Angka anak putus sekolah di Jawa Timur masih jadi sorotan. Salah satu daerah dengan jumlah cukup tinggi adalah Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) 2024, terdapat sekitar 35.000 anak di Bangkalan yang terdeteksi tidak melanjutkan pendidikan.

Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far, saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Sentra IKM akses Suramadu sisi Madura, pada 2 Mei 2025 lalu.

Tingginya angka putus sekolah itu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Kepala Disdik Bangkalan, Moh Yakub, menyebutkan bahwa data tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, termasuk juga lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama seperti MI, MTs, dan MA.

Namun, Yakub menegaskan bahwa data tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. “Kami akan sinkronkan dengan data dari Dinas Kependudukan. Bisa jadi ada perbedaan antara data lembaga pendidikan dan data kependudukan,” jelasnya.

Sinkronisasi dan Kajian Penyebab Anak Putus Sekolah

Langkah pertama yang diambil Disdik Bangkalan adalah melakukan sinkronisasi jumlah siswa dengan data kependudukan, untuk memastikan keakuratan angka. Disdik juga mulai melakukan kajian menyeluruh untuk mengidentifikasi faktor utama penyebab anak putus sekolah.

“Di beberapa desa terdekat, kami temukan residu data, atau ketidaksesuaian antara data siswa dan data kependudukan,” tambah Yakub.

Selain itu, Disdik menggencarkan sosialisasi pentingnya pendidikan kepada masyarakat. Bersama satuan pendidikan dari SD hingga SMP, mereka mengajak orang tua untuk tidak menghentikan pendidikan anak hanya sampai jenjang dasar.

“Kami juga meningkatkan layanan pendidikan dan menyediakan beasiswa untuk siswa berprestasi sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” imbuh Yakub.

Beasiswa Jadi Andalan Pemkab Bangkalan

Wakil Bupati Fauzan juga menekankan bahwa pemerintah daerah sudah memiliki program bantuan pendidikan. Namun, keterbatasan anggaran membuat Pemkab lebih selektif dalam menyalurkan bantuan.

“Salah satu prioritas kami adalah beasiswa untuk keluarga tidak mampu dan siswa berprestasi. Jumlah anak putus sekolah memang diperkirakan mencapai 35 ribu, dan itu menjadi fokus kami menjelang masa kelulusan ini,” ujarnya.

Sekolah Terus Pantau Lulusan Lewat PPDB

Kepala SMPN 1 Bangkalan, Hermanto, menyebut pihak sekolah terus melakukan pendekatan kepada siswa dan wali murid agar semangat melanjutkan pendidikan tetap tinggi.

“Pendidikan tidak berhenti di SMP. Kami terus tekankan bahwa menuntut ilmu adalah proses seumur hidup,” ujar Hermanto.

Dia menambahkan, data hasil lulusan juga dikawal ketat saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dengan begitu, sekolah dapat mengetahui ke mana para lulusan melanjutkan pendidikan.

“Misalnya kami punya 250 lulusan tahun ini, kami pastikan semua tertampung di SMA/SMK. Itu jadi indikator keberhasilan sekolah dalam mendukung program pendidikan berkelanjutan,” tutup Hermanto.

 

Mamdukh Budiman.PhD.(Cnd), dosen dari Unimus bersama siswa SMP Muhammadiyah 3 Sukolilo berkomunikasi dengan bahasa Arab.
Mamdukh Budiman.PhD.(Cnd), dosen dari Unimus bersama siswa SMP Muhammadiyah 3 Sukolilo berkomunikasi dengan bahasa Arab.
Editor : Mohammad Sugianto
#dispendik jatim #pemkab bangkalan #putus sekolah #anak putus sekolah #kemendikbud #Dispendik Bangkalan