RadarBangkalan.id – Program pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Bangkalan tahun 2025 terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan terpaksa mengurangi jumlah unit bantuan alsintan dari yang semula 63 unit menjadi hanya 60 unit.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) DP2KP Bangkalan, C. Hendry Kusuma Karyadinata, menyatakan bahwa pengurangan ini merupakan dampak dari penyesuaian anggaran.
Awalnya, pagu anggaran untuk pengadaan alsintan tahun ini sebesar Rp 1,8 miliar, namun setelah dilakukan efisiensi menjadi Rp 1,74 miliar.
"Rencana awal kami mengadakan 63 unit hand tractor, namun dengan pagu baru hanya bisa terealisasi 60 unit," jelas Hendry saat dikonfirmasi pada Selasa, 14 Mei 2025.
Program pengadaan alsintan ini merupakan bagian dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Bangkalan, yang melekat pada DP2KP Bangkalan.
Rencananya, proses pengadaan akan dilakukan mulai pekan depan melalui sistem e-katalog, sesuai aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Setelah pembelian dilakukan, setiap unit alsintan masih harus menjalani proses perakitan. Diperkirakan, proses ini memerlukan waktu sekitar dua bulan sebelum alat disalurkan kepada penerima manfaat.
Sebanyak 37 kelompok tani (poktan) di Kabupaten Bangkalan telah tercatat sebagai penerima bantuan alsintan tahun ini. Beberapa kelompok bahkan akan menerima lebih dari satu unit hand tractor.
“Semua kelompok tani sudah mengajukan proposal, tinggal menunggu proses penyaluran setelah proses perakitan selesai,” imbuh Hendry.
Baca Juga: Oknum Sipir Konsumsi Rokok Ilegal di Rutan Bangkalan, Ini Kata Pihak Rutan
Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif, menyampaikan harapannya agar pengadaan bantuan alsintan ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kota Salak.
Ia juga mengingatkan agar dinas teknis lebih berhati-hati dan selektif dalam proses realisasi bantuan.
“Pengadaan ini harus benar-benar tepat sasaran agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para petani,” ujarnya. ***
Editor : Agus Sulaiman