BANGKALAN– Kabupaten Bangkalan menjadi penyumbang karya inovasi terbanyak dalam East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025. Lebih dari 1.000 karya inovasi pendidikan dari Bangkalan telah masuk tahap penilaian, jauh melampaui jumlah karya dari tiga kabupaten lain di Madura, yaitu Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, yang masing-masing hanya mengirim puluhan karya.
Manajer Event Jawa Pos Radar Madura Mohammad Sugianto mengatakan antusiasme guru dan kepala sekolah di Bangkalan sangat tinggi. “Kami menerima lebih dari 1.000 karya inovasi dari berbagai sekolah di Bangkalan. Ini bukti semangat besar para pendidik untuk berinovasi demi kemajuan pendidikan,” ujarnya
Sugik mengungkapkan sebagai perbandingan, tiga kabupaten lain di Madura, yakni Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, masing-masing baru mengirim puluhan karya inovasi. Data resmi menunjukkan bahwa jumlah karya dari ketiga kabupaten tersebut masih jauh di bawah Bangkalan, yang unggul signifikan dalam hal kuantitas karya yang dikirimkan.
Karya inovasi yang dikirimkan meliputi berbagai bidang, mulai dari metode pembelajaran kreatif, pemanfaatan teknologi digital, hingga program peningkatan kompetensi guru dan siswa. Semua karya akan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari para ahli pendidikan dan praktisi, guna menentukan karya terbaik yang akan mendapatkan penghargaan dalam ajang EJIES 2025.
Lebih lanjut dia mangatakan, EJIES sendiri merupakan program yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Jawa Pos dan ITS Surabaya, bertujuan mendorong inovasi di dunia pendidikan SMA, SMK, dan SLB. Program ini juga menjadi platform berbagi praktik terbaik dan memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan di Jawa Timur.
Dia mengatakan mengatakan, menegaskan bahwa EJIES bukan sekadar lomba, melainkan ruang intelektual yang membebaskan guru dan kepala sekolah untuk berkreasi dan berinovasi. “Sekolah harus menjadi tempat lahirnya ide, bukan tempat matinya gagasan,” katanya1.
Dengan dominasi karya inovasi dari Bangkalan, diharapkan kualitas pendidikan di Madura semakin meningkat dan mampu bersaing dengan wilayah lain di Jawa Timur. Sementara itu, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan kualitas karya inovasi di ajang berikutnya.
Editor : Mohammad Sugianto