Hasil penyelidikan di lokasi kejadian menunjukkan adanya dua kardus rokok yang diduga ilegal.
Baca Juga: Waktu yang Tepat untuk Berkunjung ke Pasar Kebun Saronggi
"Hampir semua barang bukti yang diamankan dalam kondisi terbakar," jelas Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi Selasa (3/6).
Barang bukti tersebut telah diserahkan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Madura. Tidak ada sopir atau penumpang yang ditangkap dalam insiden tersebut.
"Kami hanya melakukan penyelidikan dan olah TKP. Semua identitas mereka sudah kami data, lengkap dengan nomor telepon," tambah Hafid.
Setelah proses pelimpahan selesai, penanganan selanjutnya akan menjadi tanggung jawab Bea Cukai untuk menyelidiki dugaan rokok ilegal itu.
Baca Juga: Jawa Timur Catat Rekor Nasional dalam Pengesahan Koperasi Merah Putih Tingkat Desa dan Kelurahan
"Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, sopir atau penumpang dapat menghubungi melalui kontak yang telah kami data," tegasnya.
Selain rokok tanpa pita cukai, bus Pahala Kencana dengan nomor B 7424 TK yang terbakar juga terindikasi melanggar izin trayek.
Kendaraan yang dikemudikan oleh Agus Salim itu seharusnya memiliki trayek Jakarta–Malang, bukan dari Madura ke Jakarta, ungkap Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Diyon Fitrianto.
Humas KPPBC TMP C Madura Megatruh Yoga Brata mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan barang bukti terkait rokok ilegal dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Pemprov Jatim Tambah Beasiswa SMA-SMK Swasta 2025, Total 72 Ribu Lebih Kuota!
Saat ini mereka masih menghitung barang bukti. "Banyak yang terbakar. Jadi, kami butuh waktu untuk menghitung per batang. Proses lebih lanjut akan menunggu hasil penelitian dari bagian penindakan," terangnya.
Saat kebakaran, di dalam bus PO Pahala Kencana terdapat enam orang, termasuk sopir Agus Salim, sopir kedua Ummu, dan kernet Laji, serta tiga penumpang asal Blega menuju Jakarta.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar. Indikasi penyebab kebakaran adalah korsleting pada freon AC di bagian belakang bus. (lil/luq)