BANGKALAN – Menyambut Idul Adha 2025, geliat perdagangan sapi kurban di Jawa Timur termasuk di Kab. Bangkalan mulai terasa. Meski terjadi sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka penjualan tetap terbilang positif. Seperti pengusaha sapi, 69 Berkah milik Abdullah. Pada momentum lebaran kali ini, dia sukses melepas 390 ekor sapi ke berbagai daerah.
“Alhamdulillah, tahun ini kami kirim sapi ke berbagai kota dan kabupaten di Jatim. Total ada 390 ekor yang sudah laku,” ujar Abdullah saat ditemui di kandangnya di Bangkalan kemarin.
Pengusaha yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pendidikan (DP) Kab. Bangkalan itu mengaku, Jika dibandingkan dengan 2024 lalu, memang ada penurunan sekitar 10 ekor. Saat itu, 69 Berkah mencatat penjualan sebanyak 400 ekor.
Namun demikian, Abdullah menilai kondisi ini masih dalam batas normal. “Pasar masih stabil. Permintaan tetap tinggi, meski ada beberapa faktor teknis yang memengaruhi,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Sapi-sapi milik 69 Berkah tidak hanya dipasarkan di Bangkalan. Wilayah distribusi mencakup Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Jombang, Malang, hingga ke beberapa kabupaten di tapal kuda dan wilayah Mataraman. Ini menunjukkan, lanjuutnya, pasar sapi kurban dari Bangkalan masih punya daya saing yang cukup kuat di wilayah Jawa Timur.
Meski harga jual tahun ini cenderung lebih rendah dibanding standar pasar, Abdullah memastikan margin keuntungan tetap aman. “Kami pakai sistem penjualan langsung dari kandang. Tanpa perantara, jadi biaya operasional lebih hemat,” jelasnya.
Menurutnya, model penjualan langsung ini tidak hanya menguntungkan peternak, tapi juga pembeli. “Harganya lebih rasional, dan kualitas sapi tetap kami jaga,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, dari ratusan sapi yang sudah terjual, keuntungan yang didapat oleh peternak saat ini sangat lumayan. ”Kalau dikalkulasi, dari awal perawatan hingga jual berkisar 8-9 bulan, keuntungan perekor bisa mencapai antara 10-15 jutaan, tapi tergantung bobot sapinya juga,” Pungkasnya.
Editor : Mohammad Sugianto