BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dibangun di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, dengan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah, hingga kini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Meski telah beroperasi selama dua tahun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Berlokasi di jalur strategis menuju Jembatan Suramadu, bangunan itu justru kurang produktif.
Baca Juga: Divonis 12 Tahun, Eks Anggota DPRD Bangkalan Terbukti Cabuli Anak di Bawah Umur
Banyak pelaku IKM memilih meninggalkan lokasi karena minimnya kunjungan masyarakat. Fasilitas yang dikelola dinas perindustrian dan ketenagakerjaan (disperinaker) itu kini terlihat sepi aktivitas.
Penjaga gedung, Rosyid, mengungkapkan bahwa saat awal pembukaan, antusiasme masyarakat dan pelaku usaha cukup tinggi. Banyak pelaku IKM bergabung dan mencoba memanfaatkan fasilitas tersebut.
”Awalnya cukup ramai, tapi lama-lama pengunjung makin sedikit. Promosi sebenarnya sudah dilakukan pemerintah, tapi tetap saja sepi,” ujarnya.
Dia menambahkan, jumlah pengunjung baru meningkat saat ada kegiatan khusus. Bahkan, gedung serbaguna di area Sentra IKM lebih sering digunakan untuk acara pernikahan ketimbang aktivitas industri.
Baca Juga: Bupati LIRA Bangkalan: OPD yang Neko-Neko Akan Kami Seret ke Meja Hijau
Kondisi ini pun mendapat sorotan dari warga sekitar. Mereka menilai keberadaan Sentra IKM menjadi kurang bermanfaat akibat perencanaan yang kurang matang.
Akibatnya, fasilitas yang dibangun dengan dana besar itu tidak mampu menarik minat masyarakat maupun pelaku usaha.
”Kalau tidak ada yang menarik, ya begini jadinya. Pujasera tutup, orang mau jualan juga susah karena pengunjung tidak ada,” keluh Faruk, warga setempat.
”Mau dijadikan rest area, fasilitasnya belum memadai. Jadi tempat produksi pun kurang diminati. Semuanya tanggung,” tambahnya.
Baca Juga: Evaluasi 100 Hari Kerja Kepala Daera: LSM LIRA Pertanyakan Komitmen dan Efektivitas OPD
Dia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tapi juga memberikan pendampingan, pelatihan, serta promosi yang lebih terarah kepada pelaku IKM.
Dengan begitu, infrastruktur yang telah dibangun bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal senada disampaikan Sunggring, salah satu pelaku IKM. Ia menilai fasilitas yang disediakan pemerintah sebenarnya sudah cukup.
Namun, kurangnya pendampingan membuat banyak pelaku usaha tidak bertahan lama.
Baca Juga: Jamdatun Tak Pernah Setujui Teknis Proyek Chromebook, Kejagung Tegaskan Tanggung Jawab Ada di Kemendikbud
”Pelatihan tidak ada. Teman-teman hanya bertahan sebentar, bahkan tidak sampai dua setengah tahun sudah tutup usaha,” ungkapnya. (c1/jup)
Editor : Ina Herdiyana