BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Hal itu penting, mengingat angka pengangguran di wilayah yang dikenal sebagai Kota Zikir dan Salawat ini masih cukup tinggi, yakni mencapai puluhan ribu jiwa.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan Insaf Santoso mengungkapkan, hingga Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di Bangkalan tercatat 607.130 orang. Dari total tersebut, 32.469 orang masih berstatus sebagai pengangguran.
Baca Juga: Pendaftaran PPDB SMA-SMK Gratis! Ini Penjelasan Cabdindik Bangkalan
"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bangkalan berada di angka 5,35 persen. Meski begitu, angkanya menurun 0,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelasnya.
Dia menambahkan, tingkat pengangguran terbuka pada laki-laki tercatat lebih tinggi dibanding perempuan, yakni 5,42 persen berbanding 5,25 persen.
TPT merupakan indikator untuk mengukur seberapa besar tenaga kerja yang belum terserap oleh pasar kerja.
"Jika TPT berada di angka 5,35 persen, artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima hingga enam orang masih belum mendapatkan pekerjaan," paparnya.
Baca Juga: Dibangun Puluhan Miliar, Sentra IKM Bangkalan Belum Optimal
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menargetkan, penurunan TPT di kisaran 5,00–5,34 persen untuk tahun 2025.
Dalam jangka menengah, selama masa kepemimpinannya lima tahun ke depan, dia menargetkan TPT bisa ditekan hingga berada di angka 2,50–2,99 persen.
Target tersebut masuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) yang tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bangkalan 2025–2029.
Nota penjelasan terkait RPJMD itu telah disampaikan dalam rapat paripurna DPRD pada Selasa (3/6) lalu.
Baca Juga: Divonis 12 Tahun, Eks Anggota DPRD Bangkalan Terbukti Cabuli Anak di Bawah Umur
"Tahun ini kami akan memprioritaskan peningkatan pelayanan dan pembangunan infrastruktur dasar," terangnya.
"Dengan begitu, langkah untuk mendorong investasi dan perluasan lapangan kerja bisa lebih mudah dilakukan ke depan," pungkas Insaf. (lil/yan)
Editor : Ina Herdiyana