BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Bangkalan belum kunjung rampung.
Sebanyak 60 unit alsintan senilai Rp 1,7 miliar hingga kini belum diserahkan ke kelompok tani penerima.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DP2KP Bangkalan C. Hendry Kusuma Karyadinata mengakui, bantuan alsintan belum bisa disalurkan lantaran proses pengadaan masih berjalan.
Baca Juga: Target PAD Pasar Rp 6,7 M, Baru Tercapai 50 Persen
”Masih dalam tahap perakitan setelah barang dikirim dari penyedia. Targetnya akhir bulan ini sudah mulai disalurkan,” ujarnya Selasa (30/6).
Pria yang akrab disapa CHK itu menyebutkan, keterlambatan pengadaan salah satunya dipicu pergantian pimpinan di internal dinas.
Akibatnya, proses melalui e-Katalog baru bisa dilaksanakan beberapa waktu terakhir.
Adapun jenis alsintan yang akan diberikan adalah hand tractor roda dua tipe G 1000. Harga per unit sekitar Rp 31 juta.
Baca Juga: Mayoritas SMP Negeri di Bangkalan Belum Penuhi Pagu, Dispendik Buka Jalur Tambahan Pendaftaran
Setiap kelompok tani (poktan) akan menerima satu hingga dua unit, bergantung kebutuhan dan kelayakan.
Menurut CHK, penentuan poktan penerima dilakukan secara selektif agar bantuan tepat sasaran.
Poktan harus aktif, terdaftar dalam sasaran kinerja kelompok tani (SKP), dan belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya. ”Semua penerima sudah diverifikasi agar tidak tumpang tindih,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abdul Aziz berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal.
Baca Juga: Peserta PBI JK Naik, Beban Pemkab Bangkalan Menyusut
”Kalau tepat sasaran, tentu akan berdampak positif pada peningkatan hasil pertanian,” ujarnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana