News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Abdul Munib: Dari Lantek, Menjadi Pelita bagi Pendidikan di Bangkalan

Mohammad Sugianto • Kamis, 3 Juli 2025 | 18:04 WIB
Ketua PGRI Bangkalan periode 2025-2030 H. Abdul Munib, MPd.I
Ketua PGRI Bangkalan periode 2025-2030 H. Abdul Munib, MPd.I

BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan dan organisasi keagamaan, nama H. Abdul Munib, M.Pd.I muncul sebagai sosok yang tenang namun penuh daya gerak. Lelaki kelahiran Bangkalan, 24 Juni 1974 itu, tak hanya dikenal sebagai Pengawas Madrasah di Kementerian Agama Bangkalan. Kini, ia juga didapuk sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan periode 2025–2030.

Namun, siapa sangka, perjalanan pria yang kini disegani banyak kalangan itu dimulai dari sebuah desa kecil bernama Lantek Barat.

Munib kecil tumbuh dalam lingkungan sederhana, namun sarat nilai. Sejak SD di SDN Lantek Barat II, ia sudah menunjukkan ketekunan. Pendidikan dasarnya ia lanjutkan di MI, MTs, hingga MA Al-Ibrohimy Galis—lembaga yang turut membentuk karakter religiusnya. Tak hanya belajar di bangku formal, ia juga menyelami ilmu di Ponpes Al-Ibrohimy, tempat ia menempa kedisiplinan dan semangat juang.

Hasrat belajarnya tak pernah padam. Ia melanjutkan studi ke IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kini berubah nama menjadi Universitas Sunan Ampel (UINSA) Surabaya,  lalu menuntaskan S2 di Universitas Sunan Giri Surabaya. Di sela-sela masa kuliahnya, ia tetap setia dengan dunia pesantren—menyambung pengembaraan intelektual di Ponpes Darul Arqom, Surabaya. Munib adalah gambaran ideal santri intelektual: mendalami ilmu agama sekaligus menyerap pengetahuan modern.

Sejak remaja, darah organisasi telah mengalir kental dalam dirinya. Ia pernah menjadi Ketua Ranting IPNU, lalu dipercaya memimpin PAC IPNU Galis. Langkahnya terus menanjak—menjabat Sekretaris PAC GP Ansor, hingga Sekretaris PC GP Ansor Bangkalan.

Tak berhenti di sana, ia aktif di Nahdlatul Ulama melalui berbagai struktur: MWCNU Galis, hingga PCNU Bangkalan. Bahkan di luar lingkup keagamaan, ia dipercaya memimpin Karang Taruna Kecamatan Galis, menunjukkan kiprahnya yang juga menyentuh ranah sosial.

Profesi guru adalah jalan awal pengabdiannya. Ia mengajar di MTs Al-Ibrohimy, menjadi dosen di STITAL, dan pernah terlibat sebagai pendamping program-program sosial seperti PKH, ADD, dan pembangunan desa tertinggal. Semuanya ia lakukan bukan karena ambisi, tapi karena panggilan hati.

Sebagai ASN di MTsN Bangkalan, ia terus berupaya memberikan yang terbaik. Kini, sebagai Pengawas Pendidikan Madrasah (PENMA) tingkat MTs di bawah Kemenag Bangkalan, ia tetap turun langsung ke lapangan—mengunjungi madrasah, berdialog dengan guru, memotivasi siswa. Ia percaya bahwa dunia pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tapi juga soal keteladanan.

Sebagai Ketua PGRI Cabang Khusus Kemenag Bangkalan, dan kini Ketua PGRI Kabupaten, Munib punya mimpi besar: mengangkat derajat guru, terutama mereka yang mengabdi di madrasah dan pesantren. Ia sering menyuarakan bahwa guru bukan sekadar tenaga pengajar, tapi penjaga masa depan bangsa.

“Kalau kita ingin pendidikan berdaya, maka guru harus dimuliakan,” ujarnya suatu waktu. Sebuah prinsip yang ia pegang teguh hingga hari ini.

Meski kini menjabat di berbagai posisi strategis, Abdul Munib tetaplah pribadi yang bersahaja. Ia tinggal di Jl. Raya Tanah Merah 09, Bangkalan—rumah sederhana yang terbuka bagi siapa pun. Di sana, ia tak hanya menjadi kepala keluarga, tapi juga tempat bertanya bagi tetangga, rekan guru, bahkan anak muda yang butuh arahan.

Ia mudah ditemui, ringan tangan membantu, dan selalu menyempatkan waktu untuk mendengar. Mungkin inilah yang membuat banyak orang merasa nyaman berada di dekatnya: karena ia hadir bukan sekadar sebagai pejabat, tapi sebagai sahabat dan pelayan umat.

Ia bukan hanya guru. Ia adalah teladan. Dan dari ruang-ruang madrasah hingga forum-forum organisasi, jejaknya adalah cerita tentang seseorang yang setia mencerdaskan—tanpa pamrih, tanpa henti.

Editor : Mohammad Sugianto
#PGRI Cabang Kankemenag Bangkalan #Guru 2025 #Guru (Mestinya) Mencintai Keberagaman #PGRI Bangkalan #pgri jatim