BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Tahun ini, Kabupaten Bangkalan dipastikan tidak mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat. Padahal, program tersebut selama ini menjadi harapan banyak warga untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan, Muhammad Hasan Faisol, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait penyaluran BSPS di Bangkalan untuk tahun 2025. “Sementara ini belum ada info apakah Bangkalan akan menerima BSPS lagi atau tidak. Kami hanya menangani program RTLH yang dananya bersumber dari APBD,” ujarnya.
Program BSPS merupakan program dari Kementerian PUPR yang pelaksanaannya mengacu pada Pasal 54 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 serta Permen PUPR Nomor 7 Tahun 2022. Tujuannya untuk mendorong masyarakat memperbaiki rumahnya secara swadaya dengan bantuan stimulan dari pemerintah.
Faisol menjelaskan bahwa sebelumnya Bangkalan mendapat alokasi program BSPS selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2023, dan 2024. Bantuan itu sebagian besar merupakan hasil aspirasi anggota DPR RI.
Berdasarkan data yang dihimpun, total penerima manfaat BSPS di Bangkalan selama tiga tahun tersebut mencapai 10.010 rumah. Rinciannya, pada tahun 2022 sebanyak 2.740 rumah, 2023 sebanyak 4.870 rumah, dan 2024 sebanyak 2.400 rumah. Setiap penerima mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta untuk perbaikan rumah.
Meski demikian, tahun ini warga hanya bisa berharap dari program RTLH yang dibiayai APBD, dengan jumlah dan cakupan yang lebih terbatas.
Editor : Mohammad Sugianto