SUMENEP, RadarBangkalan.id — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 44 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar sosialisasi dan pelatihan bertema Optimalisasi dan Pemanfaatan Potensi Lokal di Desa Romben Rana, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan yang berlangsung pada sore hari ini bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam mengenali serta mengembangkan potensi lokal yang berkelanjutan, khususnya komoditas siwalan (lontar).
Kegiatan ini dipandu oleh moderator Faiqotul Fatiqoh dan Dhani Firmansyah sebagai pemateri, mahasiswa dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura.
”Sebagian besar masyarakat hanya memanfaatkan buah dan niranya untuk gula merah atau gula semut. Padahal, seluruh bagian tanaman siwalan, mulai dari batang, daun, hingga nira, dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual,” ungkap Dhani.
Dia menyebutkan berbagai inovasi produk turunan siwalan. Misalnya, batang siwalan bisa diolah menjadi meja, kursi, suvenir, hingga obat herbal.
Daunnya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan tikar, dompet, tas, kipas, dan atap rumah.
Sementara nira dan buahnya dapat dijadikan manisan, cuka, puding, keripik, hingga produk kosmetik.
Sebagai bagian dari pelatihan, Dhani juga menjelaskan proses pembuatan gula merah dari nira siwalan, dimulai dari penyadapan nira pada pohon tua berkualitas, hingga proses penyaringan untuk menjaga kualitas produk.
Baca Juga: Dorong Penguatan Karakter Mahasiswa, UTM Luncurkan Buku dan Lagu Literasi di Hardiknas 2025
Kaegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama ibu-ibu di Desa Romben Rana yang hadir langsung dalam sosialisasi.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun UMKM lokal berbasis potensi alam desa. (*)
Editor : Ina Herdiyana