BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Proyek peningkatan sarana Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Burneh, Bangkalan, dilelang.
Paket kegiatan yang bersumber dari dana APBD sebesar Rp 1,29 miliar itu menjadi rebutan sejumlah kontraktor. Saat ini proses tender telah memasuki tahap evaluasi dokumen.
Tercatat, 35 perusahaan mendaftar untuk mengikuti proses lelang yang dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.
Namun, hanya 13 perusahaan yang benar-benar mengajukan penawaran. Penawaran terendah diajukan oleh CV Ika Berdikari senilai Rp 1.003.854.113.
Total nilai anggaran kegiatan peningkatan sarana Puskesmas Burneh mencapai Rp 1.388.141.848.
Perinciannya, Rp 1.287.141.848 untuk pekerjaan fisik, Rp 62,5 juta untuk perencanaan, dan Rp 38,5 juta untuk pengawasan.
Konsultan perencana proyek tersebut dipercayakan pada PT Titian Cahaya Consultan. Sementara konsultan pengawasnya masih belum diumumkan karena dokumen pengajuan baru diunggah.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setkab Bangkalan Moh. Ridhwan menyampaikan, proses evaluasi sedang berlangsung secara ketat.
Tim pokja tengah meneliti kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang diajukan para peserta dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
”Sudah kami undang para peserta untuk klarifikasi. Hari ini juga digelar pembuktian dokumen penawaran,” jelas Ridhwan Kamis (10/7).
Dia menegaskan, proses lelang dilakukan sesuai ketentuan untuk memastikan kompetisi berjalan sehat dan transparan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Burneh Syaiful Hidayat menyambut baik adanya alokasi anggaran untuk renovasi dan penambahan ruang fasilitas kesehatan yang dipimpinnya.
Menurut dia, pekerjaan renovasi tidak akan mengganggu layanan kesehatan bagi masyarakat.
”Yang direnovasi hanya ruang tata usaha atau administrasi, bukan ruang layanan. Jadi, operasional tetap berjalan seperti biasa. Semoga ke depan fasilitas terus meningkat,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Ina Herdiyana