Probiotik Tinggi Gula Jadi Perdebatan, Sehatkan Usus tapi Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

RadarBangkalan.id - Probiotik selama ini dikenal sebagai salah satu komponen yang dapat mendukung kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus yang berperan dalam metabolisme, sistem imun, hingga penyerapan nutrisi.
Popularitas probiotik membuat banyak produk makanan dan minuman di pasaran menggunakan label tersebut sebagai daya tarik utama. Banyak konsumen menganggap produk probiotik otomatis lebih sehat dibandingkan minuman biasa.
Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya
Namun, ada hal penting yang sering luput diperhatikan, yaitu kandungan gula di dalamnya.
Sejumlah minuman probiotik yang beredar memiliki kandungan gula cukup tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 12 hingga 20 gram per 100 mililiter. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan karena di satu sisi probiotik memberikan manfaat bagi tubuh, tetapi di sisi lain konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti diabetes.
Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Usus
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.
Bakteri baik ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan manusia.
Mikrobiota usus memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari membantu proses pencernaan, mendukung penyerapan zat gizi, mengatur sistem kekebalan tubuh, hingga berperan dalam komunikasi antara usus dan otak.



