BANGKALAN ,Radarbangkalan.id– Lima pasar tradisional di Kabupaten Bangkalan saat ini dalam kondisi memprihatinkan dan mendesak untuk direvitalisasi. Sayangnya, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Bangkalan belum mampu merealisasikan program tersebut. Pemkab pun berharap bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat.
Kelima pasar yang dinilai membutuhkan perbaikan tersebut adalah Pasar Modung, Blega, Labang, Sepulu, dan Pasar Ki Lemah Duwur (KLD). Namun, hingga awal Agustus 2025 ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan belum mengajukan usulan resmi ke provinsi maupun pusat.
Plt Kepala Diskop Umdag Bangkalan, Achmad Siddik, membenarkan bahwa dokumen usulan masih dalam tahap penyusunan. “Masih dalam bentuk proposal, belum dikirim karena dokumennya belum lengkap,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madura.
Menurut Siddik, rencana revitalisasi pasar akan diajukan secara bertahap. Dua pasar akan diusulkan ke Pemprov Jatim agar dapat dikerjakan pada tahun anggaran 2026. Sementara tiga pasar lainnya akan diajukan ke pemerintah pusat.
“Fasilitas yang akan diperbaiki mencakup los, pagar, dan paving. Harapannya, pasar-pasar ini bisa naik status menjadi pasar rakyat semimodern,” tambahnya.
Hasil kajian awal menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran untuk merenovasi lima pasar tersebut mencapai Rp 10 miliar. Biaya ini dinilai cukup besar, sehingga pemkab tidak bisa mengandalkan APBD murni.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Fatkhurrahman, menyambut baik rencana revitalisasi pasar tersebut. Ia menilai, perbaikan sarana dan prasarana pasar akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ketika fasilitas pasar ditingkatkan, kenyamanan pengunjung bertambah, dan transaksi jual beli meningkat. Ini tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah juga,” tegasnya.
Pemkab Bangkalan diharapkan segera menyelesaikan dokumen pengajuan dan mempercepat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar revitalisasi pasar tradisional bisa terealisasi secepatnya.(lil/jup)
Editor : Mohammad Sugianto