BANGKALAN – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengalokasikan anggaran Rp 2,5 miliar untuk pembangunan drainase jalan.
Dana tersebut dibagi menjadi 20 paket proyek dengan nilai pagu berbeda-beda.
Namun, sebagian besar proyek yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan itu belum berjalan.
Perinciannya, empat paket masih dalam proses penandatanganan kontrak, dua paket tahap unggah dokumen penawaran, sementara sisanya belum masuk tahap lelang.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Bangkalan Guntur Setiadi menargetkan seluruh paket mulai dikerjakan bulan ini. “Sudah ada beberapa yang rampung,” ujarnya Senin (11/8) tanpa memerinci proyek dimaksud.
Berdasarkan data yang diperoleh, baru tujuh paket yang sudah memiliki penyedia jasa, di antaranya drainase di Desa Katol Barat, Desa Lembung Gunong, Kelurahan Mlajah, Desa Lentek Barat, jalur Kamal–Kwanyar, Desa Kebun, dan Desa Buluh.
”Sebagian pengadaan sudah dimulai sejak Juli, tapi memang ada yang belum. Untuk jumlah pastinya, saya harus lihat data karena saat ini sedang di luar,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, meminta dinas terkait memaksimalkan program peningkatan infrastruktur sesuai rencana.
Pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan agar seluruh proyek berjalan serius dan menghasilkan kualitas terbaik.
”Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas dan memastikan pelaksanaan proyek sungguh-sungguh sehingga kualitasnya terjaga,” tegasnya. (lil/bil)
Editor : Ina Herdiyana