SAMPANG – Pelaku dugaan pembunuhan Saturi, warga Dusun Beih, Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Sampang, masih misteri. Karena itu, polisi harus bekerja lebih keras lagi untuk mengungkap pelaku.
Polsek Banyuates berencana akan memanggil tiga saksi tambahan hari ini (28/8).
Kapolsek Banyuates Sampang Iptu Siswanto mengatakan, belum ada titik terang siapa pelaku yang membunuh Saturi.
Pihaknya belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada pelaku. ”Belum ada pelaku yang diamankan,” katanya.
Pihaknya terus melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi. Mereka merupakan pihak keluarga dan tetangga korban. ”Semua saksi, saat kami periksa, mengaku tidak tahu semua,” ujarnya.
Siswanto menegaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus kematian Saturi. Pihaknya bakal memanggil tiga saksi lain, yakni tetangga korban.
”Kami panggil tiga saksi lagi untuk dimintai keterangan besok (hari ini),” tegasnya.
Siswanto mengungkapkan, ada kendala dalam proses pengungkapan kasus yang menewaskan Saturi tersebut. Di antaranya, semua saksi mengaku tidak tahu saat dilakukan pemeriksaan.
”Tidak ada bukti petunjuk sama sekali dari saksi-saksi. Sehingga belum ada keterangan saksi yang mengarah pada pelaku,” ungkapnya.
Perwira pertama (pama) dengan dua balok di pundaknya itu menambahkan, sejauh ini belum ada barang bukti (BB) baru yang diamankan pihak kepolisian.
Namun, jika melihat hasil visum luar badan dari tenaga kesehatan (nakes), terdapat luka lebam di sejumlah tubuh korban akibat benda tumpul seperti kayu atau batu.
Baca Juga: Keok, DPO Curanmor Asal Burneh Dibekuk Polisi
”Tapi, belum diketahui persis. Yang pasti meninggalnya korban, jika dilihat dari luka di beberapa bagian anggota tubuhnya, diduga dibunuh. Pasti ada pelakunya,” tegasnya.
Dia berjanji akan terus berupaya semaksimal mungkin mengungkap perkara tersebut. Sebab, kasus tersebut sudah menelan korban jiwa.
”Setiap ada perkembangan informasi dan petunjuk, tetap akan kami tindak lanjuti,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Saturi ditemukan meninggal di musala miliknya pada Jumat (22/8) malam. Korban ditemukan oleh anak dan menantunya di musala dengan ditutupi sajadah dan sarung.
Hasil visum luar, terdapat luka di bagian pelipis sebelah kanan, bibir sebelah kiri dan di kemaluan. Diduga luka tersebut disebabkan oleh benda tumpul. (bai/bil)
Editor : Ina Herdiyana