News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Perawatan Traffic Light Setahun Rp 331 Juta

Ina Herdiyana • Minggu, 31 Agustus 2025 | 01:59 WIB
TERTIB: Sejumlah pengguna jalan berhenti di bawah traffic light yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (29/8). 
TERTIB: Sejumlah pengguna jalan berhenti di bawah traffic light yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (29/8). 

SUMENEP – Untuk memastikan keamanan dan kelancaraan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp 331.122.583.

Anggaran ratusan juta itu untuk rehabilitasi dan pemeliharaan traffic light dan warning flash.

Anggaran perawatan traffic light tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2025.

Perinciannya, rehabilitasi traffic light sebesar Rp 150.024.751 dan belanja suku cadang senilai Rp 181.097.832.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Muhammad Tayyib mengatakan, pemeliharaan traffic light merupakan salah satu program rutin institusinya.

Sebab, perangkat elektronik rentan mengalami kerusakan. Anggaran tersebut digunakan untuk Baca Juga: Status Bangkalan Masih Waspada Campak, Pemkab Antisipasi dengan Gencar Lakukan Imunisasibiaya perawatan 16 traffic light.

”Kalau traffic light rusak, itu hal wajar karena berbasis elektronik. Karena itu, harus dilakukan perawatan secara berkala agar bisa terus berfungsi dengan baik dan tidak mudah rusak,” katanya.

Dia menjelaskan, anggaran ratusan juta itu dicairkan sesuai dengan kebutuhan. Artinya, jika ada traffic light yang rusak, institusinya bisa mengeluarkan anggaran.

”Kami pastikan anggaran yang tersedia saat ini sudah cukup untuk biaya operasional selama satu tahun,” jelasnya.

Dia menuturkan, anggaran ratusan juta itu digunakan untuk belanja kabel, transistor, lensa lampu traffic light, trafo adaptor, lampu bohlam pijar, controller, dan lainnya. Tayyib mengakui bahwa traffic light di Sumenep sering rusak.

”Setiap pekan kami selalu melakukan pengecekan. Apalagi, traffic light yang kami pasang rata-rata produksi tahun lawas.

Bahkan, ada yang dipasang tahun 2007 dan masih beroperasi sampai saat ini,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#traffic light #perawatan #anggaran