BANGKALAN,Radarbangkalan.id– Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan (INSYA) yang tengah menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, sukses menghadirkan inovasi baru. Mereka mengolah ikan lele menjadi kerupuk gurih yang siap dipasarkan.
Program itu lahir dari potensi lokal. Lele dipilih karena mudah dibudidayakan, bergizi tinggi, serta memiliki permintaan pasar yang stabil. Koordinator Desa KKN INSYA Kelompok 5, Muassisus Silmi, mengatakan inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat.
“Kedepan, potensi ini bisa terus dikembangkan. Kerupuk lele bisa menjadi produk unggulan desa dan mendiversifikasi hasil budidaya,” ujarnya.
Meski begitu, prosesnya tidak berjalan mulus. Mahasiswa sempat menghadapi berbagai kendala produksi. Butuh edukasi, pelatihan, hingga adaptasi masyarakat sebelum kerupuk itu benar-benar bisa diterima.
“Tantangan utamanya karena ini hal baru bagi warga. Kami harus menjaga kualitas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” imbuhnya.
Inovasi ini mendapat dukungan penuh pemerintah desa dan antusiasme warga. Bahkan, sejumlah ibu-ibu sudah mulai memasarkan kerupuk lele melalui media sosial pribadi. Gotong royong membuat produk ini siap dipasarkan dan menjadi kebanggaan Desa Kendaban.
Dosen pembimbing lapangan, Munali, M.H, berharap program tersebut bisa terus berlanjut. Bahkan, ia mendorong agar usaha kerupuk lele kelak bisa berkembang menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Harapan saya, program ini tidak berhenti sampai di sini. Masyarakat bisa melanjutkan dan mengembangkannya sebagai sumber penghasilan tetap,” tandasnya.(gik)