SUMENEP – Gempa kembali mengguncang Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 09.07 Rabu (8/10).
Gempa berkekuatan 4,1 Magnitudo yang berpusat di wilayah perairan itu terjadi sekitar 44 kilometer dari tenggara Kota Keris.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Ari Widjajanto menyatakan, gempa terjadi di lokasi yang sama dengan peristiwa serupa yang terjadi pada Selasa (30/9) malam.
Kali ini berada di titik koordinat 7,22 lintang selatan dan 114,18 bujur timur dengan kedalaman 18 kilometer.
Getaran gempa berkekuatan 4,1 Magnitudo itu terasa jelas di Kepulauan Sapudi. Pihaknya berharap tidak ada lagi rumah warga yang rusak akibat peristiwa itu. Meskipun, pulau sapi masuk dalam kategori III MMI.
”Saat ini sudah terdapat tim yang turun ke lapangan termasuk dari BMKG dan BPBD untuk melakukan asesmen,” ujarnya.
BMKG mencatat, pascagempa yang terjadi Selasa (30/9), terdapat gempa susulan hingga 185 kali, Ari meminta masyarakat di lokasi terdampak tidak panik, namun tetap waspada terhadap kondisi bangunan. Terutama bangunan yang mengalami keretakan.
Gempa kemarin (8/10) terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Kalowang 5, Kecamatan Gayam, berlangsung.
Siswa panik dan berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri saat merasakan guncangan.
Plt Kepala SDN Kalowang 5 Zaifur Rahman menyatakan, getaran gempa membuat siswa tidak berani masuk kelas.
Sebab, siswa masih trauma dengan peristiwa gempa besar yang terjadi Selasa (30/9) malam.
Sebab itu, para guru berinisiatif menghentikan KBM lebih awal untuk memulangkan siswa ke rumah masing-masing demi keselamatan. ”Anak-anak trauma, akhirnya kami memutuskan untuk memulangkan seluruh siswa,” ucapnya.
Rahman mengungkapkan, ada enam ruang kelas dan satu ruang guru di lembaganya yang mengalami retak akibat guncangan gempa. Kerusakan itu telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Sumenep.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy menyatakan, hingga kini ada 486 rumah dan fasilitas umum yang mengalami rusak ringan hingga rusak berat akibat gempa yang terjadi Selasa (30/9).
Menurut dia, data tersebut masih berdasarkan laporan dan hingga saat ini pihaknya masih melakukan asesmen di lapangan untuk memverifikasi kebenaran data.
”Medan di sana cukup berat dan alat transportasi juga terbatas, 486 itu berdasarkan laporan. Jadi, kami masih terus melakukan asesmen di lapangan,” tandasnya. (tif/jup)
Editor : Ina Herdiyana