BANGKALAN – Eksistensi pondok pesantren (ponpes) memiliki sejarah panjang di Indonesia. Tidak heran jika banyak jebolan ponpes menduduki posisi strategis.
Salah satu bukti konkret keberhasilan ponpes dalam melahirkan pemimpin adalah Bupati Bangkalan Lukman Hakim.
Dia tercatat pernah mengenyam pendidikan di dua ponpes besar di Jawa Timur. Yakni, Ponpes Nurul Cholil, Bangkalan, dan Darul Ulum, Jombang.
Lukman menyatakan, santri harus berbangga dengan identitasnya. Sebab, tidak semua orang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di lingkungan pesantren.
Apalagi, pesantren menjadi pusat peradaban pendidikan di Indonesia.
Orang nomor satu di Bangkalan itu memaparkan, ada banyak manfaat yang diperoleh dari pendidikan pesantren.
Antara lain, menumbuhkan rasa tanggung jawab. Sebab, sejak di ponpes dilatih untuk bisa mengatur waktu sebaik mungkin.
Dengan demikian, setelah menjadi alumni, banyak jebolan pesantren menjadi orang yang disiplin dan bertanggung jawab.
Penyelengaraan pendidikan pesantren membuatnya lebih fokus belajar. Tidak heran, banyak santri yang memiliki prestasi akademik yang membanggakan, bahkan mengalahkan lembaga pendidikan formal yang dianggap unggulan.
”Di momentum HSN tahun ini santri harus berbangga,” ujarnya.
Lukman menambahkan, pesantren bukan sekadar wadah untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan.
Namun, juga menjadi tempat untuk melatih keterampilan sosial. Sebab, dalam kesehariannya, santri berintraksi dengan teman sebayanya.
”Sedangkan yang terpenting adalah santri mampu mendalami dua bidang keilmuan sekaligus. Yakni, pengetahuan umum dan keagamaan. Hal ini yang patut dibanggakan dari seorang santri,” katanya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana