News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hari Santri Milik Kita Bersama, UTM Turut Memperingati dengan Menggelar Upacara di Gedung Rektorat

Ina Herdiyana • Jumat, 24 Oktober 2025 | 03:44 WIB
KHUSYUK: Rektor UTM Prof Safi’ sedang memimpin upacara peringatan HSN 2025 di depan gedung rektorat, Rabu (22/10).  
KHUSYUK: Rektor UTM Prof Safi’ sedang memimpin upacara peringatan HSN 2025 di depan gedung rektorat, Rabu (22/10).  

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 Rabu (22/10).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan civitas academica UTM itu juga diisi dengan penandatanganan seruan moral (pangesto ate) untuk solidaritas pesantren Indonesia.

Rektor UTM Prof Safi’ mengatakan, presiden telah menetapkan 22 Oktober sebagai HSN. Sebagai kampus negeri, maka wajib mengikuti serta menghormati kebijakan tersebut.

”Presiden sudah menetapkan 22 Oktober sebagai HSN, maka kami wajib mengikuti kebijakan tersebut,” katanya.

Menurut dia, UTM berada di Pulau Madura yang memiliki banyak nilai-nilai mulia yang perlu diinternalisasikan dan dilanjutkan sebagaimana cita-cita para pendahulu.

Khususnya, para kiai dan santri serta para tokoh pejuang yang telah mengusir para penjajah dari Indonesia.

”Peringatan HSN juga untuk mengenang jasa dan pengorbanan para kiai dan santri,” imbuhnya.

Mantan dekan fakultas hukum (FH) UTM itu menyampaikan, semangat juang tinggi tanpa pamrih para kiai dan santri telah berhasil mengusir penjajah dari bumi Nusantara.

Juga berhasil mempertahankan Indonesia sebagai negara merdeka. ”Hanya berbekal bambu runcing berhasil mengalahkan tentara bersenjata lengkap dan canggih. Itu semua berkat keyakinan dan kekompakan para kiai dan santri kala itu,” paparnya.

Dijelaskan, semangat itu yang kemudian diharapkan dapat diinternalisasikan oleh civitas academica UTM. Tantangan seberat apa pun harus bisa dilalui oleh semua civitas academica.

”Sekarang lebih canggih, masak kalah dengan semangat para pendahulu kita, semangat itu yang harus kita contoh,” harapnya.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Sekolah Rakyat Butuh Anggaran Belasan Miliar

Safi’ juga menegaskan, HSN bukan hanya milik pesantren, tapi milik semua. Orang yang mencetuskan Resolusi Jihad adalah KH. Hasyim Asyari, pendiri dan ketua umum Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, bukan berarti itu hanya milik kalangan NU saja. Tapi, banyak nilai dan substansi yang digelorakan melalui Resolusi Jihad.

”Jangan melihat pada bendera yang melahirkan, itu yang ingin saya sampaikan kepada civitas academica,” ingatnya.

Orang nomor satu di lingkungan UTM tersebut juga menambahkan, setelah peringatan HSN, para civitas academica melakukan penandatanganan sebagai bentuk dukungan terhadap pesantren di Indonesia.

Itu setelah terjadi insiden yang baru-baru ini membuat framing negatif terhadap pesantren.

”Kami berharap semua media objektif dalam menyampaikan informasi, dan tidak ada tendensi. Apalagi mendiskreditkan pesantren,” imbaunya.

Di momen pelaksanaan HSN, Safi’ juga mengajak semua perusahaan media untuk lebih bijak dalam menyiarkan atau menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan pesantren. ”Mari lebih bijak dalam menyampaikan informasi,” tandasnya. (za/yan)

 

Editor : Ina Herdiyana
#UTM #hari santri nasional #hsn #gedung rektorat #upacara