Bangkalan, Radarbangkalan.id – Enam santri sebuah pondok pesantren di Kabupaten Bangkalan, Madura, meninggal dunia setelah tenggelam di danau bekas galian kapur kawasan Wisata Bukit Jaddih, Kamis (20/11/2025) sore.
Peristiwa tragis ini terjadi saat mereka sedang mengikuti latihan persiapan lomba di area perbukitan Jaddih.
Korban yang meninggal adalah Louvin Al-Baru Suhara (kelas 2 SD), Salman Al-Farisi (kelas 2 SD), Rosyid Ainul Yakin (kelas 3 SD), Reynand Azka Mahardika (kelas 3 SD), Moh. Nasiruddin Adrai (kelas 1 SD), dan Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (kelas 1 SD).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi, Kamis merupakan hari libur kegiatan pesantren.
Para santri memanfaatkan waktu untuk berlatih persiapan lomba yang akan digelar pekan depan.
Lokasi latihan berada sekitar 200 meter dari pondok pesantren, tidak jauh dari danau bekas galian kapur.
Enam santri sebelumnya sudah diingatkan agar tidak memasuki area galian. Namun tanpa sepengetahuan ustaz, mereka menyelinap satu per satu menuju danau.
Di lokasi, sembilan santri dilaporkan ikut mandi dan bermain tahan napas dengan menyelam di genangan air.
Namun enam di antaranya tidak kembali ke permukaan. Tiga santri yang selamat segera melapor kepada ustaz yang sedang mengajar.
Di lokasi, hanya terlihat sandal korban mengambang di permukaan.
Tidak lama kemudian, keenam santri ditemukan berada di dasar genangan air. Mereka diduga terjebak lumpur sehingga sulit naik ke permukaan.
Semua korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat, namun nyawa mereka tidak tertolong.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui para korban awalnya berniat latihan untuk lomba, namun menyelinap ke area galian tanpa pengawasan.
Editor : Yusron Hidayatullah