Sumenep, Radarbangkalan.id - Sebanyak 162 desa dan kelurahan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masuk dalam daftar wilayah rawan bencana.
Data ini dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebagai bagian dari pemetaan risiko tahun 2025.
Dari total tersebut, 18 desa dikategorikan berisiko tinggi, 58 desa berisiko sedang, dan 86 desa lainnya berada di level risiko rendah.
Ancaman utama yang membayangi wilayah-wilayah tersebut adalah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang.
“Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman dominan di Sumenep. Ini yang kami antisipasi,” ujar Sekretaris BPBD Sumenep, Abd Kadir, Jumat (12/12/2025).
Ia menegaskan, pemetaan ini bukan sekadar data, melainkan acuan penting untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih presisi dan responsif.
“Dengan peta kerawanan ini, kami bisa lebih fokus memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor, terutama di desa-desa yang masuk zona merah,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mempercepat respons saat bencana terjadi.
BPBD juga mengimbau warga di wilayah berisiko tinggi untuk lebih waspada, terutama saat musim hujan tiba.
Editor : Yusron Hidayatullah