RadarBangkalan.id - Stabilitas keamanan desa menjadi perhatian utama jajaran Polres Bangkalan. Komitmen tersebut ditegaskan Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.IK., M.H. saat menggelar silaturahmi bersama para kepala desa yang tergabung dalam Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) di Mapolres Bangkalan, baru-baru ini.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama antara kepolisian dan pemerintah desa guna menekan tindak pidana pencurian hewan atau curwan yang selama ini meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Cara Cek Penerima PKH dan BPNT Mei 2026, Ada 475 Ribu KPM Baru dari Kemensos
Dalam arahannya, AKBP Wibowo menegaskan bahwa kasus pencurian hewan bukan hanya persoalan kehilangan materi semata, melainkan ancaman serius terhadap ekonomi masyarakat pedesaan.
Menurutnya, ternak memiliki nilai penting bagi warga Madura karena menjadi sumber penghidupan sekaligus simbol harga diri keluarga.
Baca Juga: Pria di Mojokerto Diduga Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri karena Cemburu
“Bagi seorang kepala desa atau klebun, hewan ternak adalah mahkota harga diri wilayahnya. Sedangkan bagi masyarakat umum, ternak merupakan harta paling berharga yang dimiliki. Karena itu kami membutuhkan dukungan moral dan nyata dari seluruh tokoh desa untuk bersama-sama memerangi kejahatan ini,” tegas AKBP Wibowo, Kamis (8/5/2026).
Kapolres juga mengajak seluruh kepala desa untuk aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di wilayah masing-masing demi mempersempit ruang gerak pelaku curwan.
Baca Juga: PSI Tak Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie, Kasus Video Jusuf Kalla Jadi Urusan Pribadi
PKDI Bangkalan Siap Dukung Langkah Kepolisian
Dukungan terhadap langkah Polres Bangkalan disampaikan langsung oleh Marsaid, Kepala Desa Mangga’an, Kecamatan Modung.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Segera Rilis? Ini Bocoran Warna, Desain, dan Fitur Terbarunya
Ia mengapresiasi upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal rawan tindak kriminal pencurian hewan.
Marsaid menegaskan bahwa PKDI siap menjadi mitra aktif kepolisian dalam membantu pengungkapan kasus hingga memburu aktor intelektual di balik jaringan pencurian ternak.
“Kami siap membantu dan berkolaborasi dengan kepolisian. Kami berharap para pelaku dan aktor intelektual di balik kasus curwan ini bisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Marsaid.
Curwan Dinilai Ganggu Stabilitas Ekonomi Desa
Kasus pencurian hewan dinilai berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi masyarakat desa. Selain menimbulkan kerugian materi, aksi kriminal tersebut juga memicu rasa takut dan keresahan di tengah warga.
Karena itu, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan keamanan wilayah yang kondusif.
Baca Juga: DPR Soroti Nasib Guru Honorer Jelang 2027, Ketidakpastian Dinilai Masalah Konstitusional
Polres Bangkalan berharap kolaborasi dengan para kepala desa dapat mempercepat deteksi dini terhadap aktivitas kriminal sekaligus memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat di tingkat desa.
Editor : Ubaidillah