RadarBangkalan.id - Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar kembali menjadi sorotan di SDN 1 Dlemer, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan.
Bantuan pendidikan yang seharusnya diterima penuh oleh siswa dari keluarga kurang mampu diduga dipotong dengan alasan biaya administrasi dan uang lembur. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai transparansi penyaluran bantuan pemerintah di lingkungan sekolah tersebut.
Baca Juga: Dana Program Indonesia Pintar di Bangkalan Diduga Dipotong, SDN 1 Dlemer Jadi Sorotan
Wali Murid Mengaku Diminta Menyerahkan Sebagian Dana
Informasi yang beredar di masyarakat menyebut dugaan pemotongan terjadi setelah dana PIP dicairkan kepada siswa penerima manfaat.
Baca Juga: Lahan Islamic Science Park di Bangkalan Diduga Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Protes
Sejumlah wali murid mengaku diminta menyerahkan sebagian uang kepada pihak tertentu setelah pencairan dilakukan. Uang tersebut disebut sebagai biaya administrasi dan uang lembur karena telah membantu proses pencairan bantuan.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai dasar aturan pemotongan maupun rincian penggunaan dana yang diminta dari para penerima bantuan.
Baca Juga: Video Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok, Netizen Soroti Dugaan Settingan dan Link Berbahaya
Salah satu wali murid menyebut dana tersebut sangat berarti bagi kebutuhan pendidikan anak, terutama untuk membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan belajar lainnya.
Masyarakat Pertanyakan Dasar Aturan
Program Indonesia Pintar merupakan bantuan sosial di bidang pendidikan yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan, seperti membeli seragam, alat tulis, dan perlengkapan sekolah.
Baca Juga: Dugaan Mark Up Program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan, 5 Dapur Yayasan Al Anwar Jadi Sorotan
Karena itu, dugaan adanya pemotongan dengan dalih uang lembur dinilai bertentangan dengan semangat program yang dirancang untuk membantu masyarakat kecil.
Sejumlah wali murid mengaku memilih tidak bersuara secara terbuka karena khawatir anak mereka mendapat perlakuan berbeda di sekolah.
Desakan Pemeriksaan Menyeluruh
Kasus ini mendorong masyarakat meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan serta aparat terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Diduga KPK Gadungan Datangi Desa di Bangkalan, Minta Data Dana Desa Secara Mencurigakan
Warga menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut hak siswa penerima bantuan negara.
Jika dugaan itu benar, praktik tersebut dinilai bukan hanya merugikan wali murid, tetapi juga mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya menjunjung kejujuran dan integritas.
Baca Juga: Kapolres Bangkalan Gandeng Kepala Desa Berantas Curwan, PKDI Siap di Garda Terdepan
Hingga berita ini ditulis, pihak SDN 1 Dlemer belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan dana PIP maupun alasan permintaan uang lembur kepada wali murid.
Editor : Ubaidillah