BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bangkalan diperkirakan masih akan berlangsung.
Hingga saat ini, Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan belum dapat memastikan kapan gangguan tersebut akan berakhir.
Menurut pihak PLN, pelaksanaan pemadaman masih bergantung pada kondisi operasional pembangkit serta sistem kelistrikan yang terus berubah di lapangan.
Manajer ULP PLN Bangkalan Nasir menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik dipicu oleh kendala teknis pada sistem pembangkit sehingga diperlukan penyesuaian distribusi daya.
Dia menyebutkan, langkah pengurangan beban secara terbatas di beberapa wilayah dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan listrik dan kebutuhan pelanggan.
Upaya tersebut juga bertujuan mempertahankan keandalan sistem kelistrikan agar tetap berfungsi secara optimal.
Terkait minimnya informasi sebelum pemadaman berlangsung, Nasir mengaku PLN telah berusaha menyampaikan pemberitahuan kepada para pemangku kepentingan maupun pelanggan.
Baca Juga: Hasil Banding Tak Jelas, Kuasa Hukum Guru Tugas Desak PT Vonis Maksimal
Namun karena kondisi pembangkit dan jaringan listrik bersifat dinamis, jadwal serta wilayah yang terdampak sering berubah mengikuti situasi di lapangan.
Akibatnya, informasi pemadaman tidak selalu dapat disampaikan jauh hari sebelumnya.
Selama masa gangguan berlangsung, PLN terus melakukan berbagai langkah percepatan penanganan.
Termasuk mengoptimalkan pasokan dari pembangkit yang tersedia dan melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keandalan layanan serta mengurangi dampak terhadap pelanggan.
Baca Juga: Penangkapan DPO Wafar Gagal, Polres Sampang Bentuk Timsus, Kembali Temukan Alat Isap Sabu
Nasir juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa hingga kini belum ada kepastian mengenai batas waktu berakhirnya pemadaman listrik di wilayah Bangkalan.
Sementara itu, H. Abdurrahman, pemilik usaha air minum di Desa Parseh, Kecamatan Socah, mengaku sangat terdampak atas pemadaman yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut dia, aktivitas produksi usahanya terganggu, bahkan salah satu mesin kompresor mengalami kerusakan akibat listrik yang sering padam.
Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kabupaten Bangkalan Diprediksi Terus Berlanjut
Dia menilai para pelaku usaha mengalami kerugian cukup besar karena pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan yang memadai.
Kekecewaannya semakin bertambah setelah tidak memperoleh kepastian dari pihak PLN mengenai durasi pemadaman di wilayahnya.
Abdurrahman membandingkan kondisi tersebut dengan kebijakan PLN yang dinilainya tegas terhadap pelanggan yang terlambat membayar tagihan listrik.
Dia menjelaskan, saat masyarakat menghadapi kerugian akibat pemadaman berkepanjangan, PLN belum memberikan solusi yang jelas. (za/bil)
Editor : Ina Herdiyana