BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan telah menerima hasil asesmen mutu pelayanan tenaga kesehatan yang berlangsung pada 4–5 Juni lalu.
Hasil penilaian tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penataan dan evaluasi jabatan kepala puskesmas (Kapus).
Kepala Dinkes Bangkalan Nunuk Kristiani menyampaikan bahwa pihaknya akan melaporkan hasil uji kompetensi tersebut kepada bupati untuk memperoleh arahan terkait langkah lanjutan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Bangkalan Belum Dipastikan Berakhir
Khususnya mengenai penugasan tambahan bagi tenaga fungsional di lingkungan puskesmas.
Menurut Nunuk, seluruh hasil asesmen akan disampaikan kepada kepala daerah sebagai dasar pengambilan keputusan.
Penilaian yang digelar di Universitas Airlangga itu tidak hanya digunakan untuk mengevaluasi pejabat Kapus yang saat ini menjabat, tetapi juga menjadi acuan dalam pengisian posisi kepala puskesmas yang masih kosong.
Salah satu jabatan yang belum terisi secara definitif berada di Puskesmas Klampis. Kekosongan tersebut terjadi setelah pejabat sebelumnya memasuki masa purnatugas.
Baca Juga: Kesepian Bisa Rusak Jantung, Studi Ungkap Risiko Serangan Jantung Naik hingga 29 Persen
Untuk sementara, tugas kepemimpinan di puskesmas tersebut dijalankan oleh pelaksana harian (Plh) yang ditunjuk oleh Plh kepala dinkes saat itu.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bangkalan Ismet Effendi mengatakan bahwa pembahasan terkait evaluasi dan penataan jabatan kapus dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Rapat tersebut akan melibatkan bupati, wakil bupati, kepala dinkes, serta mantan Plh kepala dinkes.
Dia menjelaskan bahwa asesmen mutu layanan dilakukan ketika Kepala Dinkes Nunuk Kristiani sedang menjalankan ibadah haji.
Baca Juga: Hipertensi Mulai Banyak Menyerang Anak Muda, Ini Penyebab dan Bahaya bagi Jantung
Dengan demikian, hasilnya perlu dibahas bersama untuk menentukan langkah selanjutnya.
Menurut Ismet, evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek kompetensi, tetapi juga mencakup kinerja kepemimpinan para kepala puskesmas selama menjalankan tugas.
Dia menegaskan bahwa posisi Kapus memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Karena itu, pejabat yang dipercaya memimpin puskesmas harus memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Baca Juga: Usia Muda Tapi Sulit Melihat Dekat? Kenali Gejala Mata Tua atau Presbiopia
Ismet menambahkan bahwa berbagai keluhan masyarakat terkait layanan puskesmas pada akhirnya menjadi perhatian langsung kepala daerah.
Dengan demikian, diperlukan figur Kapus yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui pelayanan yang lebih baik dan profesional. (jup)
Editor : Ina Herdiyana