News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

UTM Gandeng Pemkab Sumenep Perkuat SDM Kesehatan, Bupati Fauzi Usulkan Kuota Khusus Mahasiswa Kedokteran dari Kepulauan

Ina Herdiyana • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:55 WIB
JALIN KERJA SAMA: Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ beserta Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat membahas kerjasama Senin (22/6). (MOH. IQBAL/JPRM)
JALIN KERJA SAMA: Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ beserta Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat membahas kerjasama Senin (22/6). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarBangkalan.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk mendukung pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran UTM dan Pemkab Sumenep yang berlangsung pada Senin (22/6).

Baca Juga: Penarikan Retribusi Sampah Dapur MBG Dinilai Belum Optimal, DPRD Minta DLH Lebih Proaktif

Kerja sama ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama terkait keterbatasan akses pendidikan tinggi dan tenaga kesehatan di daerah terpencil.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’ menjelaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran (FK) UTM merupakan bagian dari upaya meningkatkan jumlah dokter di Madura yang hingga kini masih belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut dirasakan lebih nyata di kawasan kepulauan Kabupaten Sumenep.

Menurut dia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah mendorong FK UTM menerapkan jalur afirmasi bagi putra-putri asli Madura.

Baca Juga: Wabup Fauzan Sampaikan Nota Pengantar LPj APBD 2025, Minta Masukan DPRD

Program tersebut bertujuan mencetak dokter daerah yang nantinya dapat kembali mengabdi di wilayah asal masing-masing.

Selain memperluas akses layanan kesehatan, langkah itu juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Karena itu, UTM berharap Pemkab Sumenep dapat memberikan rekomendasi bagi calon mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Selain bidang kesehatan, UTM juga menawarkan sejumlah bentuk kerja sama lain, di antaranya pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program magister dan doktor berbasis daring.

Baca Juga: Gagal Penalti Tak Hentikan Messi, Argentina Tetap Menang 2-0 atas Austria

Kampus tersebut juga menyatakan kesiapan untuk menjadi penyelenggara asesmen kompetensi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Sumenep.

Tak hanya itu, UTM mengusulkan agar RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dan Baghraf Health Care (BHC) dapat menjadi rumah sakit pendidikan jejaring bagi Fakultas Kedokteran UTM.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyambut baik inisiatif tersebut.

Dia memberikan apresiasi atas langkah strategis UTM menghadirkan Fakultas Kedokteran pertama di Madura yang dinilai akan membawa dampak besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Badai Petir Paksa Laga Prancis vs Irak Terhenti Sementara di Piala Dunia 2026

Menurut Fauzi, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Sumenep dalam meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program beasiswa pendidikan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan adanya kuota khusus bagi putra-putri Sumenep, terutama yang berasal dari wilayah kepulauan, pada jalur afirmasi penerimaan mahasiswa baru FK UTM.

Bahkan, dia berharap sekitar 20 persen kuota dapat dialokasikan bagi calon mahasiswa dari kawasan kepulauan.

“Kami ingin generasi terbaik Sumenep memiliki peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan kedokteran dan nantinya kembali mengabdi di daerah asal,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Tanda Malas, Tidur Siang Singkat Punya Manfaat untuk Jantung dan Otak

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UTM, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, menilai kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam upaya pemerataan tenaga kesehatan di Madura.

Dia juga menjelaskan bahwa calon mahasiswa yang belum lolos melalui jalur UTBK masih dapat mengikuti seleksi melalui jalur Computer Based Test (CBT).

Dia menegaskan, standar akademik yang diterapkan FK UTM disusun setara dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep drg. Ellya Fardasah menyebut kehadiran Fakultas Kedokteran UTM sebagai peluang besar untuk menyiapkan tenaga medis asal kepulauan.

Baca Juga: Prancis Kuasai 60 Persen Bola, Irak Kesulitan Ciptakan Peluang di Babak Pertama

Mengingat, Kabupaten Sumenep memiliki 126 pulau yang masih membutuhkan pemerataan layanan kesehatan dan ketersediaan dokter yang memadai.

Menurut dia, sinergi antara Pemkab Sumenep dan UTM akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas SDM kesehatan di wilayah kepulauan. (za/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#SDM Kesehatan #Mahasiswa Kedokteran #pemkab Sumenep #UTM #bupati fauzi