PAMEKASAN, RadarBangkalan.id – Antrean kendaraan tampak mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan, Senin (29/6).
Salah satu titik yang dipadati pengendara berada di SPBU 54.693.08 Jalan Pintu Gerbang, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan.
Panjang antrean bahkan meluber hingga ke luar area SPBU. Sebagian besar kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar merupakan truk, pikap, dan kendaraan niaga lain yang membutuhkan solar bersubsidi.
Baca Juga: Kolase Video Korban Bersama Pria Beredar, Kuasa Hukum Optimistis Pelaku Segera Terungkap
Selain solar, antrean juga didominasi pengguna Pertalite. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak pagi hari.
Salah seorang sopir travel, Syamsul, mengaku harus menunggu selama tiga hingga empat jam agar bisa memperoleh solar.
Menurut dia, situasi serupa juga terjadi di sejumlah SPBU lain di wilayah Pamekasan.
”Sudah antre sekitar tiga sampai empat jam. Mau bagaimana lagi, memang harus menunggu kalau ingin mendapatkan solar. Di beberapa SPBU lainnya juga sama-sama mengantre," tuturnya.
Baca Juga: Bupati Lukman Dorong ASN Baru Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Bachtiar Effendy mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga menyikapi antrean yang terjadi di sejumlah SPBU, terutama untuk penyaluran BBM bersubsidi jenis solar dan Pertalite.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pasokan BBM ke Pamekasan dipastikan masih dalam kondisi aman.
Distribusi dari Pertamina juga disebut berjalan normal tanpa mengalami hambatan.
Menurut Bachtiar, meningkatnya antrean dipengaruhi oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat.
Sebagian pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite, sementara konsumen Pertamina Dex kini lebih memilih solar.
Selain itu, jumlah kendaraan berbahan bakar solar yang beroperasi di wilayah Madura juga terus bertambah.
Dia menilai meningkatnya aktivitas kendaraan angkutan barang yang keluar masuk Madura seiring perkembangan sektor usaha dan industri turut mendorong naiknya konsumsi BBM bersubsidi.
”Memang ada peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite maupun dari Pertamina Dex ke solar. Di sisi lain, volume kendaraan besar yang keluar masuk Madura juga semakin tinggi seiring berkembangnya dunia usaha dan industri," jelasnya.
Baca Juga: Jerman Kesulitan Hadapi Paraguay, Duel 32 Besar Piala Dunia 2026 Ditentukan Lewat Extra Time
Karena itu, Bachtiar mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Dia memastikan, stok bahan bakar tetap tersedia dan penyalurannya terus berlangsung sesuai kebutuhan masyarakat. (afg/jup)
Editor : Ina Herdiyana