BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Penanganan dugaan pembunuhan terhadap Ruly Yunis Setiawati (RYS) telah memasuki pekan kedua.
Namun, hingga kini Polresta Sidoarjo belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun penangkapan pelaku dalam kasus yang menewaskan mantan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan tersebut.
Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga korban, menilai pelaku diduga telah meninggalkan wilayah asalnya untuk menghindari proses hukum.
Menurut dia, rentang waktu sekitar empat hari setelah kejadian memberikan peluang bagi pelaku untuk menghilangkan jejak.
Dia berharap, Polresta Sidoarjo dapat memperkuat koordinasi dengan Polda Jawa Timur, termasuk melibatkan jajaran kepolisian di berbagai daerah di Indonesia dalam upaya pencarian pelaku.
Risang mengungkapkan, terduga pelaku diketahui berasal dari Sulawesi dan alamatnya telah dikantongi pihak keluarga.
Dia meyakini penyidik telah mendatangi alamat tersebut atau setidaknya menggali informasi mengenai pria bermasker yang diduga mengantar korban ke Terminal 1 Bandara Juanda.
Baca Juga: Ruben Dias Jadi Tembok Kokoh Portugal di Piala Dunia 2026, Belum Kebobolan Sejak Kembali dari Cedera
Meski begitu, pihak keluarga tetap mengapresiasi upaya polisi dalam mengusut perkara tersebut.
Namun, Risang berpendapat penanganan akan lebih optimal apabila Polda Jawa Timur turut terlibat secara langsung dalam proses penyelidikan.
”Kami berharap Polda Jatim ikut menangani kasus ini agar proses pengungkapan lebih maksimal dan tidak menimbulkan anggapan di masyarakat bahwa penanganannya berjalan lambat,” ujarnya.
Selain itu, Risang menyebut korban sempat mengunggah lima video melalui akun media sosialnya sebelum ditemukan meninggal dunia.
Baca Juga: Spanyol Hancurkan Austria 3-0, La Roja Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Dua video pertama diunggah pada Kamis (18/6), bertepatan saat korban melakukan check-in di Hotel The Alana. Unggahan tersebut memperlihatkan suasana hotel yang direkam dari balkon kamar.
Pada video ketiga, korban membagikan rekaman perjalanan menuju kawasan perbukitan yang diduga berada di wilayah Pujon, Kabupaten Malang.
Video tersebut diambil dari sisi kiri kursi penumpang mobil dan menggunakan musik latar bertema romantis.
Sementara itu, video keempat berisi kumpulan foto korban saat berada di Alun-Alun Kota Batu. Dalam unggahan tersebut juga tampak kendaraan dinas yang digunakan korban.
Baca Juga: Tren Old Money Face Makin Populer, Wajah Natural Kini Jadi Standar Kecantikan Baru
Adapun video kelima memperlihatkan foto korban bersama seorang pria. Menurut Risang, unggahan itu dipublikasikan hanya beberapa jam sebelum korban diduga menjadi korban pembunuhan.
Di sisi lain, Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung.
Penyidik saat ini masih mengumpulkan berbagai data dan keterangan dari para saksi guna mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di kawasan Bandara Juanda tersebut.
”Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data serta memeriksa sejumlah saksi,” tegasnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana