300 Pelaku Wisata dan Relawan Turun Padamkan Karhutla di Gunung Ijen

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 07:07 WIB
Taufikurahman atau Po tengah berupaya memadamkan api dan mencari titik api dalam pendinginan.(Foto: Istimewa)
Taufikurahman atau Po tengah berupaya memadamkan api dan mencari titik api dalam pendinginan.(Foto: Istimewa)

 

RadarBangkalan.id - Sekitar 300 pelaku wisata dan relawan lokal turun langsung membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, Banyuwangi. Mereka berjibaku menghadapi titik api dengan menggunakan jet shooter hingga membuat sekat bakar secara manual untuk mencegah kobaran meluas.

Salah satu pelaku wisata yang ikut dalam upaya pemadaman adalah Taufikurohman (25), warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Pemuda yang akrab disapa Po tersebut mengaku tetap turun ke lokasi meski harus berhadapan langsung dengan titik api.

Baca Juga: Motor Pasien Dicuri di Depan Klinik Probolinggo, Aksi Pelaku Terekam CCTV

"Khawatir pasti ada, apalagi bertatap muka langsung dengan titik api di lapangan," tutur Po kepada detikJatim, Sabtu (5/9/2026).

Ratusan pelaku wisata dan relawan tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pengetahuan itu kemudian digunakan untuk membantu petugas dalam memadamkan api sekaligus mengantisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas.

Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai cara. Selain menyemprotkan air menggunakan jet shooter atau alat semprot punggung manual, para relawan juga melakukan pendinginan dan menyisir lokasi untuk mencari potensi titik api.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Warga Blitar Antre Air Bersih hingga Bawa Jerigen

Mereka juga membuat sekat bakar secara manual dengan membersihkan semak dan mengikis tanah untuk menciptakan jarak antarlahan. Cara tersebut dilakukan untuk menghambat pergerakan api apabila kembali merembet.

"Tadi kami juga ditugasi pada pendinginan, mencari potensi api serta membuat sekat bakar. Tanahnya agak dilubangi gitu untuk bikin jarak kalau ada api yang merembet," jelas Po.

Menurut Po, kebakaran di kawasan Ijen bukan kali pertama terjadi. Ia mengingat kebakaran besar pernah melanda kawasan tersebut pada 2019 dan kembali terjadi pada 2023. Kini, karhutla kembali melanda kawasan Ijen pada 2026.

Baca Juga: Ustaz di Pasuruan Diamankan, Diduga Cabuli Dua Murid Perempuan Usia 11 Tahun

"Paling parah 2019 lalu, habis hutannya sampai ke pinggir," tambahnya.

Po masih mengingat besarnya kebakaran pada 2019. Saat itu, kobaran api disebut hampir menyapu vegetasi di kawasan Ijen hingga proses pemadaman harus mendapat bantuan helikopter dengan metode water bombing.

Kondisi medan yang curam serta embusan angin kencang menjadi tantangan bagi petugas dan relawan yang melakukan pemadaman dari darat. Karena itu, Po berharap bantuan pemadaman dari udara segera dikerahkan untuk mengantisipasi api semakin meluas.

"Harus cepat dikerahkan water bombingnya, karena pengalaman yang 2019 lalu itu kan telat," pungkasnya.

Karhutla yang terjadi di kawasan Ijen juga berdampak terhadap aktivitas pariwisata. Po mengaku harus membatalkan sejumlah perjalanan wisata yang telah dijadwalkan, termasuk perjalanan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga: Usai 49 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Begadung 2 Nganjuk Tutup

Para pelaku wisata berharap penanganan karhutla dapat segera dituntaskan sehingga kondisi kawasan Ijen kembali aman dan aktivitas wisata bisa beroperasi seperti semula.

Editor : Ubaidillah
karhutla ijen gunung ijen banyuwangi kebakaran hutan