Kondisi 77 Siswa Trenggalek Membaik, Satgas MBG Selidiki Dugaan Keracunan

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:37 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok.Detik)
Ilustrasi. (Foto: Dok.Detik)

 

RadarBangkalan.id - Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan kondisi 77 siswa SMP dan MA Global, Kecamatan Karangan, yang sempat mengalami gejala dugaan keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berangsur membaik.

Mayoritas siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan bahkan telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Pasar Karangploso, Anggota DPRD Malang Adeng Lapor Polisi

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Triadi Atmono mengatakan hal itu berdasarkan hasil monitoring tim Dinas Kesehatan dan Satgas MBG Trenggalek.

"Sudah berangsur-angsur membaik, hampir semua sudah masuk. Kalau kemarin itu ada 20 yang tidak masuk, 12 di antaranya berada di asrama dan yang 8 siswa dan guru yang rawat jalan di rumah," kata Triadi, Rabu (16/9/2026).

Satgas MBG Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan

Triadi menegaskan kejadian yang dialami puluhan siswa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala kesehatan yang dialami para siswa setelah mengonsumsi menu MBG.

Baca Juga: Pria di Bondowoso Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Tiri Selama 4 Tahun

"Anak-anak itu mengkonsumsi tanggal 14, kemudian tanggal banyak yang mengalami diare dan sakit perut. Kejadian kemudian dilaporkan ke Satgas MBG Trenggalek," ujarnya.

Pemerintah bersama Satgas MBG kemudian melakukan pendataan dan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa.

Baca Juga: Pekerja Proyek Revitalisasi SDN Suko 1 Sidoarjo Diduga Abaikan Standar K3

Makanan MBG Dipasok SPPG Karangan

Berdasarkan hasil pendataan sementara, menu MBG yang dikonsumsi siswa SMP dan MA Global tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulia Hiroku Gakkou yang berada di Desa/Kecamatan Karangan, Trenggalek.

Triadi mengatakan SPPG tersebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan. Setiap ompreng makanan juga disebut telah dilengkapi label.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan untuk mencari tahu sumber persoalan.

"Terkait kejadian kami melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mulai dari rantai pasok bahan baku, pengolahan, tingkat kematangan makanan hingga distribusi. Kami juga lakukan pemeriksaan laboratorium," imbuhnya.

Baca Juga: Kru MV Mau Hau Ungkap Detik-detik Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan

Menunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Selain melakukan penelusuran terhadap rantai pasok dan proses pengolahan makanan, pemerintah juga melakukan pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Karhutla di Tulungagung Bakar 3 Hektare Lahan, Api Dekati Permukiman

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala diare dan sakit perut yang dialami sejumlah siswa.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologi dari tim terkait. Evaluasi dari BGN pusat mengenai operasional SPPG Mulia Hiroku Gakkou juga masih dinantikan.

Pemerintah memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kejadian tersebut, sekaligus menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program MBG di wilayah Trenggalek.

Editor : Ubaidillah
pelajar trenggalek Makan Bergizi Gratis keracunan mbg trenggalek