Dugaan Pelecehan Pelamar Kerja, Disperinaker Surabaya Temukan Fakta soal Lowongan PT Hersindo

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 06:20 WIB
Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo. (Foto: Esti Widiyana/detik)
Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo. (Foto: Esti Widiyana/detik)

 

RadarBangkalan.id - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya mendatangi PT Hersindo Logistic Indonesia untuk menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap pelamar kerja perempuan oleh oknum HRD. Dari penelusuran awal, Disperinaker menemukan adanya perbedaan informasi mengenai lowongan pekerjaan yang disebut dalam laporan korban.

Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo mengatakan, kedatangannya ke perusahaan merupakan tindak lanjut laporan warga melalui hotline Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Disperinaker bertemu dengan perwakilan perusahaan pada Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: 500 Personel Dikerahkan, Karhutla Gunung Wilis di Nganjuk Dipastikan Mereda

 

"Pada prinsipnya perusahaan sangat terbuka dan punya itikad baik untuk meluruskan duduk permasalahan di perusahaan ini. Kebetulan yang bersangkutan yang diduga melakukan tindakan tersebut sudah resign dari perusahaan per tanggal 14 September," kata Tranggono kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).

Disperinaker Minta Data Pelamar yang Ikut Interview

Untuk mencari kejelasan mengenai laporan tersebut, Disperinaker meminta perusahaan menyerahkan data para pelamar yang mengikuti proses wawancara. Perusahaan disebut bersedia memberikan data sekaligus membantu mengonfirmasi para pencari kerja yang pernah mengikuti proses rekrutmen.

Tranggono mengatakan langkah tersebut diperlukan karena laporan mengenai dugaan tindakan pelecehan tersebut masih perlu dibuktikan.

Baca Juga: PERDOSKI Buka Suara soal Skin Booster 'Kulit Mayat' dari Korea

"Karena laporan ini juga kami belum ada bukti, sehingga kami juga harus bersama-sama membuktikan. Dan kami janjikan kepada perusahaan ketika nanti data sudah ada kami akan kontak satu per satu kepada para pencaker yang ikut interview di sini, proses rekrut di sini, untuk memastikan bahwa yang disampaikan itu adalah benar," ujarnya.

Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Pasar Karangploso, Anggota DPRD Malang Adeng Lapor Polisi

Disperinaker juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan klarifikasi terhadap oknum HRD yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Menurut Tranggono, berdasarkan keterangan perusahaan, proses interview tersebut diduga dilakukan HRD secara sendiri tanpa diketahui pihak perusahaan.

"Karena ternyata perusahaan juga tidak tahu. Saat interview ada dugaan seperti itu, perusahaan tidak punya bukti. Ini yang bersangkutan melakukan interview secara sendiri," jelasnya.

Lowongan Terapis Pijat Jadi Temuan Disperinaker

Selain mendalami proses wawancara, Disperinaker Surabaya turut mengonfirmasi informasi mengenai dua formulir online dan lowongan pekerjaan sebagai terapis pijat family reflexology yang disebut ditunjukkan oleh terduga korban kepada detikJatim.

Dari hasil konfirmasi awal, perusahaan menyatakan tidak membuka lowongan untuk posisi terapis pijat tersebut.

Baca Juga: Pria di Bondowoso Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Tiri Selama 4 Tahun

"Yang dua link yang disampaikan kuasa hukumnya ini tidak mengetahui terkait dengan teknis. Kami konfirmasi ke perusahaan kalau tidak ada terapis, yang dibutuhkan adalah tim accounting, keuangan tim IT," urainya.

Sementara itu, informasi lowongan yang muncul melalui aplikasi Glints masih ditelusuri oleh Disperinaker. Tranggono menyebut perusahaan memang membenarkan pernah memasang lowongan melalui salah satu platform pencarian kerja.

Baca Juga: Pekerja Proyek Revitalisasi SDN Suko 1 Sidoarjo Diduga Abaikan Standar K3

"Tadi juga pihak perusahaan menyampaikan sempat buka lowongan ke salah satu job portal. Nah, mungkin kami perlu tahu itu (di Glints). Kalau memang di situ ada terapis dan sebagainya, saya malah belum tahu itu," pungkasnya.

Disperinaker selanjutnya akan mencocokkan data pelamar, proses rekrutmen, serta informasi lowongan yang beredar untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dugaan pelecehan yang dilaporkan.

Pemeriksaan tersebut masih berada pada tahap penelusuran dan klarifikasi. Disperinaker belum menyimpulkan kebenaran dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilaporkan.

Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan

Editor : Ubaidillah
pelecehan di surabaya pelamar kerja dilecehkan hrd hrd cabul pelamar kerja surabaya